Bandar Lampung: Polda Lampung membentuk tim khusus untuk memburu dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang menembak anggota Intelkam Polda Lampung, Brigadir Arya Supena, di Jalan ZA Pagaralam, Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung.
Tim khusus yang terdiri dari personel Jatanras Polda Lampung, Polresta Bandar Lampung, dan jajaran polsek setempat kini terus melakukan pengejaran terhadap pelaku. Polisi juga telah mengidentifikasi identitas kawanan curanmor tersebut melalui pemeriksaan saksi serta rekaman CCTV di lokasi kejadian.
Kabid Humas Polda Lampung, Yuni Iswandari Yuyun, mengatakan aparat kepolisian saat ini masih terus mendalami kasus tersebut sekaligus memburu pelaku penembakan.
“Saat ini tim khusus sudah dibentuk dari Jatanras Polda Lampung kemudian dari polsek juga dari polresta untuk turun menangkap pelaku. Mohon doa dari rekan-rekan media semoga dalam waktu yang singkat kita bisa menangkap pelaku tersebut,” ujar Yuni.
Ia juga mengungkapkan senjata api milik korban hingga kini masih dibawa pelaku dan belum ditemukan.
“Senjata api korban itu dibawa, hilang sampai hari ini. Untuk saat ini kami dalami,” kata Yuni, menambahkan.
Peristiwa penembakan terjadi sekitar pukul 05.30 WIB saat Brigadir Arya Supena hendak membeli makanan di sebuah toko roti di kawasan Labuhan Ratu. Saat berada di lokasi, korban melihat dua pria yang diduga tengah berupaya merusak kunci stang sepeda motor yang terparkir.
Melihat gerak-gerik mencurigakan tersebut, Brigadir Arya Supena menegur para pelaku. Namun, salah satu pelaku langsung mengeluarkan senjata api hingga terjadi perkelahian antara korban dan pelaku.
Pelaku kemudian melepaskan tembakan ke arah kepala Brigadir Arya Supena sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian. Korban sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk mendapatkan perawatan medis, namun nyawanya tidak tertolong.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu buah kunci T, satu unit sepeda motor yang diduga hendak dicuri, sepeda motor milik korban, serta telepon genggam korban.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku sekaligus mendalami kepemilikan senjata api yang digunakan dalam aksi penembakan tersebut.