17 March 2026 20:25
Pemerintah menyatakan Selat Hormuz tetap terbuka dan berada di bawah kendali Angkatan Laut dari Korps Garda Revolusi Iran. Selat ini hanya ditutup untuk kapal-kapal milik Amerika, Israel, dan sekutu mereka. Jika navigasi atau penyeberangan mereka terdeteksi, mereka akan langsung menjadi sasaran serangan.
Pesan berulang terkait Selat Hormuz terus dipastikan oleh pejabat militer dari pemerintah Iran. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengulangi pesan ini mengatakan tetap terbuka untuk pelayanan internasional, kecuali untuk kapal-kapal milik musuh Iran dan sekutu mereka.
“Pada hari pertama mereka melancarkan gelombang serangan besar-besaran. Mereka memulai dengan tuntutan penyerahan tanpa syarat. Dan hari ini setelah sekitar lima belas hari sejak perang dimulai, mereka meminta bantuan kepada pihak lain terkait keamanan Selat Hormuz, kepada mereka yang hingga kemarin mereka anggap sebagai musuh.” kata Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dikutip dari tayangan Metro Siang, Metro TV, Selasa, 17 Maret 2026.
| Baca juga: Pemerintah Buka Opsi Impor Minyak dari Semua Negara, Bahlil: Termasuk Rusia! |