Pembangunan PLTS Terapung Gajah Mungkur Resmi Dimulai

26 August 2026 13:25

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Gajah Mungkur di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, resmi dimulai. Proyek yang menelan nilai investasi sekitar Rp1,6 triliun ini merupakan bagian dari program nasional percepatan pengembangan PLTS 100 gigawatt peak (GWp) dalam tiga tahun.

PLTS Terapung ini dibangun dengan kapasitas 100 megawatt AC (MW AC) atau setara dengan 134,2 megawatt peak (MWp). Pembangkit energi hijau ini ditargetkan mulai beroperasi penuh pada akhir 2027 mendatang.
 


Jika sudah beroperasi, PLTS Gajah Mungkur diproyeksikan mampu memproduksi sekitar 218 gigawatt hour (GWh) energi listrik per tahun. Jumlah tersebut diperkirakan setara dengan 37 persen total kebutuhan listrik tahunan di Kabupaten Wonogiri.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyambut positif proyek ini sebagai langkah nyata percepatan transisi energi terbarukan di wilayahnya. "Ini adalah salah satu PLTS terbesar di Jawa Tengah. Kita berharap pengembangan energi terbarukan ini selaras dengan program provinsi yang terus mendorong penggunaan solar panel, termasuk keberadaan 250 desa mandiri energi di Jawa Tengah," ucap Ahmad Luthfi dikutip dari Zona Bisnis Metro TV, Rabu 26 Agustus 2026. 

Terkoneksi ke Sistem Jawa-Madura-Bali

Meski berlokasi di Wonogiri, pasokan listrik yang dihasilkan PLTS ini tidak hanya diperuntukkan bagi warga setempat. General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi, menjelaskan bahwa listrik dari PLTS akan disalurkan melalui jaringan transmisi 150 kilovolt (kV).

"Listrik akan ditarik menuju gardu induk Nguntoronadi dengan jarak transmisi sekitar 11,7 kilometer. Setelah masuk ke dalam sistem interkoneksi kelistrikan Jawa-Madura-Bali, listrik dari PLTS ini dapat disalurkan secara luas ke berbagai wilayah," jelas Bramantyo.

Bramantyo juga menambahkan, selain di Wonogiri, proyek serupa dalam payung program PLTS 100 GW juga tengah disiapkan di Waduk Kedung Ombo dengan kapasitas yang sama.

Keberadaan ribuan panel surya ini juga dipastikan tidak akan mengganggu aktivitas ekonomi warga. Area panel surya didesain hanya menempati kurang dari 5 persen dari total luas Waduk Gajah Mungkur yang mencapai 5.600 hektare. Tata letaknya pun telah disesuaikan dengan perubahan muka air dan tidak menutup jalur aktivitas para nelayan.

Selain berdampak pada kemandirian energi, proyek ini juga membawa multiplier effect bagi ekonomi lokal. Pada tahap konstruksi, proyek ini diperkirakan akan menyerap 150 hingga 250 tenaga kerja pendukung yang direkrut langsung dari masyarakat sekitar.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X