Pedagang Pasar Palmerah Keluhkan Harga Produk Berbahan Plastik Naik 70%

9 April 2026 17:55

Jakarta: Kenaikan harga bahan pokok kini diikuti lonjakan harga plastik yang semakin memberatkan masyarakat. Di sejumlah pasar, harga berbagai produk berbahan plastik dilaporkan naik hingga 70 persen dalam sebulan terakhir.

Dalam pantauan di Pasar Palmerah, Jakarta Pusat, misalnya. Kenaikan barang berbahan plastik terjadi pada berbagai jenis produk. Mulai dari gelas plastik, sedotan, tali rafia, hingga kemasan plastik. Salah satu pedagang, Hassan, mengungkapkan bahwa kenaikan harga mulai terasa sejak memanasnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

“Di antaranya yang saya jual ini plastik merek Dayak. Biasanya saya ngecernya per bungkusnya Rp10 ribu sekarang sudah Rp17 ribu. Berarti sudah 70 persen kurang lebih,” ujar Hassan, dalam program Metro Siang Metro TV, Kamis, 9 April 2026.

Sementara itu, plastik jenis PE yang biasa digunakan rumah tangga melonjak dari Rp33 ribu menjadi Rp53 ribu per kilogram (kg). Menurut Hassan, kenaikan ini dipicu oleh dua faktor utama, yakni ketidakpastian global akibat konflik geopolitik serta menipisnya pasokan bahan baku plastik.


“Perkiraan saya karena kondisi global, antara AS-Iran masih belum tuntas. Masih belum selesai, ditambah lagi dengan kondisi bahan baku plastik sudah makin berkurang, sudah semakin menipis,” katanya.

Lonjakan harga ini tidak hanya membebani konsumen, tetapi juga menekan keuntungan pedagang karena daya beli masyarakat ikut menurun.

Pemerintah sendiri disebut telah melakukan berbagai upaya, mulai dari koordinasi antar kementerian hingga mencari alternatif pemasok baru. Pasalnya, plastik merupakan turunan dari minyak dan gas, yang distribusinya ikut terganggu akibat situasi global.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)