Warga Venezuela Tuntut Pembebasan Nicolás Maduro

9 January 2026 10:53

Ribuan warga Venezuela turun ke jalan di ibu kota Caracas, pada Kamis, 8 Januari 2026, waktu setempat. Mereka menuntut pembebasan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dari penahanan Amerika Serikat (AS).

Kemarahan rakyat pecah menyusul operasi militer dan penangkapan paksa sang Presiden oleh AS pada Sabtu, 3 Januari 2026, lalu. Para demonstran menegaskan bahwa kedaulatan nasional mereka telah diinjak-injak oleh kekuatan asing.

Para pengunjuk rasa menyebut tindakan AS sebagai penculikan keji dan invasi militer yang dapat menghancurkan perdamaian. Hal ini bisa mengganggu stabilitas negara lain.

 

Rakyat Venezuela bersumpah akan terus bergerak hingga pemimpin mereka dikembalikan. Laporan terbaru dari Kementerian Dalam Negeri menyebutkan sedikitnya 100 orang tewas dalam agresi tersebut.

Menteri Diosdado Cabello mengutuk serangan tersebut dan mengatakan, bahwa serangan AS ke Venezuela adalah tindakan biadab yang menyasar warga sipil tak berdosa.
 
Sementara itu, gelombang solidaritas juga muncul dari benua Afrika, khususnya di Pretoria, Afrika Selatan. Massa yang dipimpin Partai Komunis Afrika Selatan mengecam keras intervensi Washington ke Venezuela. Sebelumnya, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menuduh serangan AS hanya berniat menguasai cadangan minyak Venezuela.

Ramaphosa secara resmi mengecam tindakan AS dan menyerukan intervensi PBB guna menjaga integritas teritorial dan kedaulatan Venezuela. Dia menuding niat AS menguasai minyak terlihat usai Presiden Donald Trump menyatakan pemerintahannya mengelola Venezuela sesaat setelah menangkap Maduro.

(Aulia Rahmani Hanifa)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)