Siap Lawan Timnas, Pemain Sheffield United: Indonesia Tim yang Sangat Bagus

Hamza Choudhury. Foto: X/@thebafufe

Siap Lawan Timnas, Pemain Sheffield United: Indonesia Tim yang Sangat Bagus

Muhamad Marup • 29 September 2026 16:22

Jakarta: Timnas Indonesia akan berhadapan dengan Bangladesh pada laga terakhir Grup A Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SU GBK), Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026, pukul 19.30 WIB. Pemain Bangladesh, Hamza Choudhury mengaku siap turun pada laga tersebut.

Pemain Sheffield United tersebut menilai Indonesia adalah tim yang sangat bagus. Menurutnya, pemain-pemain yang berlaga di Eropa membawa perubahan positif ke dalam tim.

"Indonesia adalah tim yang sangat bagus; mereka memiliki banyak pemain yang berlaga di liga-liga teratas Eropa," ujar Choudhury, dilansir dari FIFA, Selasa, 29 September 2026.

Ia mengatakan, bagi Bangladesh, pertandingan tersebut menjadi kesempatan lain untuk mengukur perkembangan yang sedang mereka bangun. Menurutnya, Indonesia akan menjadi ujian yang sulit.

"Tetapi itulah alasan utama kami ada di sini: untuk bersaing melawan tim-tim yang saat ini posisinya berada di atas kami," terangnya.

Fase Perkembangan

Choudhury mengungkapkan, lebih dari setahun bersama Bangladesh justru menjadi perjalanan untuk memahami sebuah tim yang perlahan menemukan bentuknya. Gelandang tersebut mengakui bahwa perjalanannya bersama Bangladesh sejauh ini diwarnai pasang surut.

Momen sulit bahkan lebih banyak daripada pengalaman manis. Namun, di balik semua itu, terdapat keyakinan bahwa mereka sedang membangun sesuatu yang lebih besar.

"Secara pribadi, ini adalah pengalaman yang sangat luar biasa. Alhamdulillah. Ada pasang surutnya, tentu saja. Sayangnya, sejauh ini mungkin ada lebih banyak momen sulitnya daripada momen manisnya, tetapi kami terus bekerja dan membangun sesuatu menuju arah yang lebih baik," katanya.

Timnas Bangladesh. Foto: X/@thebafufe

Bangladesh masih berada dalam fase perkembangan. Menurut Choudhury, mereka merupakan negara yang relatif baru ketika berbicara mengenai keikutsertaan di turnamen-turnamen seperti ini.

Situasi tersebut menghadirkan tekanan tersendiri, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk tumbuh melalui pengalaman menghadapi lawan-lawan yang lebih mapan.

Bagi Choudhury, perkembangan Bangladesh tidak semata-mata terlihat dari hasil, tetapi juga dari kemampuan mereka untuk bersaing ketika berhadapan dengan tim yang memiliki pengalaman dan posisi lebih tinggi di Peringkat Dunia FIFA.

"Menurut saya, hari ini kami tampil lebih baik lagi. Malaysia (di laga sebelumnya) adalah tim yang sangat bagus, dan saya pikir kami memulai pertandingan dengan sangat lambat sehingga terasa sulit untuk mengejar ketertinggalan melawan tim dengan kualitas seperti mereka," ucapnya.

Malaysia berada sekitar 40 hingga 50 posisi di atas Bangladesh dalam peringkat FIFA. Namun, menurut Choudhury, perbedaan tersebut tidak selalu terlihat ketika kedua tim berada di lapangan.

“Namun bagi kami, sangat bagus bisa bersaing di level ini. Posisi mereka sekitar 40 hingga 50 peringkat di atas kami di peringkat FIFA, tetapi jika Anda melihat momen-momen di dalam lapangan, jarak itu tidak terlalu terlihat. Jadi, kami pasti sudah melakukan sesuatu dengan benar.” jelasnya.

Pengalaman menghadapi tim-tim seperti Malaysia menjadi bagian dari proses menemukan kepingan yang masih kurang. Choudhury tidak menganggap Bangladesh telah menyelesaikan perjalanannya. Sebaliknya, ia melihat masih ada beberapa bagian yang perlu disatukan sebelum tim tersebut mencapai bentuk yang mereka inginkan.

“Saya pikir kami hanya tinggal mencari dua atau tiga kepingan terakhir dari puzzle ini, dan semoga kami bisa menyatukannya dengan sempurna,” tuturnya.

Puzzle itu memiliki tujuan yang lebih dekat. Bangladesh akan menjadi tuan rumah sebuah turnamen besar pada November, kesempatan bagi Choudhury dan rekan-rekannya untuk melanjutkan fondasi yang telah mereka mulai.

“Lagipula, kami punya turnamen besar di Bangladesh bulan depan—maksud saya di bulan November. Jadi, Insya Allah, kami sedang membangun tim menuju ke sana dan semoga kami bisa meraih kesuksesan," tutupnya.

(Muhamad Marup)