Kapten Timnas Malaysia Dion Cools. Dok FIFA
Rivalitas Indonesia vs Malaysia, Bergson Samakan dengan Brasil vs Argentina
Whisnu Mardiansyah • 28 September 2026 11:08
Jakarta: Rivalitas Indonesia dan Malaysia kembali menjadi sorotan di FIFA ASEAN Cup 2026. Kedua negara akan berhadapan pada Senin, 28 September 2026, setelah sama-sama mengawali turnamen dengan kemenangan.
Indonesia datang dengan modal kemenangan 2-0 atas Singapura. Sementara itu, Malaysia membuka kiprahnya dengan menundukkan Bangladesh 3-0.
Namun, pertemuan kedua negara tidak sekadar mempertemukan dua tim yang sama-sama mengantongi tiga poin. Bagi Malaysia, laga melawan Indonesia memiliki arti khusus karena rivalitas kedua negara telah menjadi bagian dari sejarah sepak bola Asia Tenggara.
Gambaran tersebut turut dirasakan Bergson. Penyerang naturalisasi asal Brasil itu baru menjalani debut bersama Malaysia saat menghadapi Bangladesh. Ia langsung mencetak gol sekaligus membantu Harimau Malaya meraih kemenangan.
“Saya sangat senang dengan debut dan gol ini. Tim bisa beradaptasi dengan cepat di lapangan, dan atmosfer menuju laga berikutnya terasa luar biasa. Sekarang kami fokus ke laga selanjutnya yang pasti akan sulit,” ujar Bergson selepas laga kepada FIFA.
Bergson belum lama menjadi bagian dari skuad Malaysia. Namun, ia mengaku sudah mengetahui besarnya rivalitas dengan Indonesia sejak pertama bergabung bersama tim nasional. Pertandingan Indonesia melawan Malaysia bahkan disebut memiliki arti khusus bagi masyarakat Malaysia.
“Laga berikutnya sangat berarti untuk masyarakat Malaysia. Mirip seperti Brasil vs Argentina,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana Bergson memandang pertandingan melawan Indonesia setelah mendapat penjelasan dari rekan-rekannya mengenai rivalitas kedua negara.
“Ya, dari hari pertama di sini, semua orang memberi tahu saya bahwa Malaysia vs Indonesia adalah rivalitas besar. Saya senang bisa jadi bagian dari persaingan ini. Target kami adalah tampil habis-habisan dan memberikan yang terbaik,” kata sang penyerang berusia 35 tahun.
Bagi Bergson, laga melawan Indonesia juga menjadi pengalaman penting dalam awal perjalanannya bersama Timnas Malaysia.

Pemain Malaysia Bergson usai mencetak gol ke gawang Bangladesh. Instagram @famalaysia
Gol yang dicetak Bergson pada laga pembuka menjadi awal positif bagi penyerang tersebut. Namun, perhatian Malaysia kini tertuju pada pertandingan dengan atmosfer berbeda.
Indonesia menjadi lawan berikutnya. Rivalitas kedua negara membuat pertandingan tersebut memiliki dimensi tersendiri di luar persaingan meraih tiga poin.
Sementara itu, Malaysia memiliki sejumlah pemain yang sudah lebih dahulu memahami atmosfer pertandingan Indonesia-Malaysia. Salah satunya kapten Dion Cools.
Cools menempatkan pertandingan pertama sebagai fondasi penting bagi perjalanan Malaysia di turnamen. Kemenangan 3-0 atas Bangladesh dinilai memberikan modal awal yang dibutuhkan tim.
“Ini adalah turnamen baru, jadi pertandingan pertama selalu penting agar kita bisa memulainya dengan baik,” ujar Cools.
Pemain Cerezo Osaka tersebut menilai Malaysia mampu menjalankan pertandingan dengan baik. Gol pembuka menjadi salah satu momentum penting dalam kemenangan tersebut.
“Pertama-tama, sangat penting bagi kami untuk mencetak gol pembuka. Saya pikir kami bermain dengan baik. Seharusnya kami bisa mencetak lebih banyak gol, tetapi kemenangan mudah ini sangat bagus untuk tim dan juga mental bertanding kami,” katanya.
Setelah kemenangan tersebut, Cools menyadari perhatian Malaysia segera beralih kepada Indonesia.
“Ya, kami tahu itu pertandingan yang penting. Mereka adalah rival besar kami. Tapi seperti yang saya katakan, hal terpenting adalah memenangkan laga pertama ini terlebih dahulu,” ujar Cools.
Pernyataan tersebut memperlihatkan posisi Indonesia sebagai salah satu lawan yang mendapat perhatian khusus bagi Malaysia dalam turnamen ini.
Tiga Poin dan Rivalitas di GBK
Indonesia dan Malaysia memasuki pertandingan dengan modal kemenangan pada laga pertama. Indonesia mengalahkan Singapura 2-0, sedangkan Malaysia menang 3-0 atas Bangladesh.
Hasil tersebut membuat kedua tim sama-sama mengoleksi tiga poin sebelum bertemu di pertandingan berikutnya.
Namun, angka di klasemen bukan satu-satunya aspek yang membuat laga ini menarik perhatian. Sejarah persaingan kedua negara membuat pertandingan Indonesia-Malaysia selalu memiliki konteks tersendiri bagi pemain dan pendukung kedua tim.
Bergson menjadi salah satu pemain Malaysia yang akan merasakan langsung atmosfer rivalitas tersebut untuk pertama kalinya bersama tim nasional.
Cools pun menegaskan Malaysia tidak ingin terlena setelah kemenangan pada pertandingan pembuka. Persiapan fisik menjadi perhatian sebelum mereka menghadapi Indonesia.
“Sekarang kami akan fokus pada pemulihan kondisi fisik, lalu kita lihat saja bagaimana untuk pertandingan hari Senin nanti. Ini adalah laga yang sangat besar, tetapi kami menyadarinya dan akan memberikan yang terbaik,” katanya.
Laga Indonesia melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026 pun menjadi panggung berikutnya bagi rivalitas kedua negara. Dengan sama-sama membawa tiga poin dari pertandingan pembuka, kedua tim akan bertemu di Stadion Utama Gelora Bung Karno dalam pertandingan yang sarat sejarah dan perhatian publik sepak bola Asia Tenggara.