BMKG: Sebaran Abu Vulkanik Gunung Ibu dan Dukono Mengarah ke Halmahera

Gunung Dukono lontarkan abu vulkanik. ANTARA/HO- PGA Dukono

BMKG: Sebaran Abu Vulkanik Gunung Ibu dan Dukono Mengarah ke Halmahera

Lukman Diah Sari • 4 October 2026 10:02

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data pemantauan sebaran abu vulkanik di sejumlah gunung api pada Minggu, 4 Oktober 2026, per pukul 07.00 WIB. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau agar waspada terhadap paparan abu vulkanik.

Berdasarkan analisis citra satelit RGB Himawari-9, sebaran debu vulkanik teridentifikasi di perairan dan wilayah daratan Indonesia timur. Berikut rinciannya:
  • Gunung Ibu: Sebaran abu vulkanik teramati bergerak ke arah timur. Paparan abu ini mencakup sebagian wilayah Kabupaten Halmahera Utara dan perairan barat daya Pulau Morotai.

  • Gunung Dukono: Sebaran abu vulkanik terpantau mengarah ke timur laut. Wilayah yang terdampak meliputi sebagian Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Utara, dan Kabupaten Halmahera Timur.

"Untuk sebaran debu vulkanik di Gunung Lewotolo dan Gunung Semeru saat ini tidak teridentifikasi," kata BMKG, Minggu, 4 Oktober 2026.

Dampak abu vulkanik

  • Dampak Kesehatan: Paparan debu dapat memicu iritasi pada mata dan kulit, menyebabkan batuk, serta menimbulkan gangguan pernapasan. Kondisi ini sangat berbahaya dan dapat memperburuk keadaan masyarakat yang telah memiliki riwayat penyakit pernapasan bawaan.

  • Dampak Transportasi: Tumpukan abu vulkanik berisiko mengurangi jarak pandang secara drastis dan membuat permukaan jalan menjadi licin, sehingga mengancam kenyamanan dan keselamatan berkendara. Selain itu, partikel abu dapat mengganggu fungsi mesin, merusak peralatan navigasi, hingga memicu penundaan, pengalihan rute, dan penghentian sementara operasional transportasi darat, laut, maupun udara.

Menyikapi perkembangan aktivitas vulkanik ini, masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana diimbau untuk tetap tenang namun waspada. Warga juga diminta untuk tidak mudah percaya hoaks dan selalu mengikuti informasi serta arahan resmi dari BMKG, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) atau Badan Geologi, serta pemerintah daerah setempat.

(BMKG) 

Adapun prakiraan cuaca di sekitar gunung api yang dipantau pada umumnya cerah berawan hingga berawan tebal. Untuk menghindari dampak buruk paparan debu vulkanik bagi kesehatan dan aktivitas penerbangan, masyarakat serta instansi terkait diminta terus bersiaga.

"Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) atau Badan Geologi, serta pemerintah setempat," pesan BMKG. 

Update Sebaran Abu Vulkanik 4 Oktober: Gunung Semeru Nihil, Dukono Mengarah ke Timur Laut

(Lukman Diah Sari)