Arab Saudi terus lakukan perlawanan terhadap Pemberontak Houthi. Foto: EPA
Koalisi Arab Saudi Tegaskan Dukungan untuk Pemerintah Yaman Lawan Houthi
Muhammad Reyhansyah • 5 October 2026 11:05
Sanaa: Koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman menegaskan akan terus mendukung pemerintah dan angkatan bersenjata Yaman dalam upaya memulihkan institusi negara dan mengakhiri pengambilalihan wilayah oleh kelompok Houthi.
Dalam pernyataan, Minggu, 4 Oktober 2026, juru bicara koalisi Turki al-Maliki menyebut serangan Houthi terhadap warga Yaman sebagai “pelanggaran terang-terangan yang telah membawa bencana dan penderitaan bagi rakyat Yaman selama bertahun-tahun”.
Al-Maliki menuduh Houthi memberlakukan blokade internal, memaksa warga mengungsi, menjarah sumber daya, serta mengalihkannya untuk “upaya perang”.
Ia juga menuduh kelompok tersebut merekrut anak-anak dan merusak “tatanan sosial” Yaman.
“Serangan Houthi terhadap Arab Saudi, termasuk upaya menargetkan Makkah dan Madinah, menjadi alasan bagi koalisi untuk terus mengambil langkah-langkah pencegahan terhadap kelompok tersebut,” kata Al-Maliki, dikutip dari Anadolu.
Ia juga menyebut serangan yang menargetkan Riyadh, Abha, Khamis Mushait, Jazan, Najran, Taif, dan Yanbu.
Selain itu, Al-Maliki menyinggung upaya Houthi menargetkan kapal-kapal Saudi di Laut Merah bagian selatan dan Selat Bab el-Mandeb. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan “ancaman terhadap keamanan regional dan internasional, kebebasan navigasi, serta perdagangan internasional”.
Al-Maliki menegaskan Arab Saudi memiliki “hak yang melekat” untuk mempertahankan kedaulatannya, melindungi keamanan, serta mengambil langkah operasional untuk mencegah Houthi dan menghentikan pelanggaran yang dituduhkan kepada kelompok tersebut.
Ia mengatakan Arab Saudi dan koalisi akan terus mendampingi Yaman hingga institusi negara dipulihkan.
Dukungan tersebut, lanjutnya, juga akan berlanjut hingga ancaman Houthi terhadap navigasi maritim di Laut Merah bagian selatan dan Selat Bab el-Mandeb berakhir.
Pada hari yang sama, Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman Rashad al-Alimi mengumumkan operasi militer komprehensif terhadap Houthi untuk merebut kembali wilayah yang masih berada di bawah kendali kelompok tersebut.
Militer Yaman juga mengumumkan peluncuran operasi yang mereka sebut sebagai “pertempuran pembebasan” untuk memulihkan institusi negara dan mengakhiri pengambilalihan oleh Houthi.