Kondisi kabut asap di Kota Pekanbaru dengan kualitas udara sangat tidak sehat hingga berbahaya dalam dia hari terakhir. ANTARA/Bayu Agustari Adha
BMKG Deteksi 4.806 Titik Panas di Pulau Sumatra
Silvana Febiari • 7 October 2026 15:18
Pekanbaru: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru Provinsi Riau mendeteksi 4.806 titik panas di Pulau Sumatra. Angka ini meningkat dari sebelumnya sebanyak 2.259 titik pada Selasa sore, 6 Oktober 2026.
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Alfa Nataris mengatakan jumlah tersebut merupakan data yang diperbarui hingga pukul 07.00 WIB, Rabu pagi, 7 Oktober 2026. Sumatra Selatan menjadi wilayah dengan kontribusi paling tinggi yakni mencapai 3.689 titik.
"Selain Sumatera Selatan, titik panas cukup tinggi juga terpantau di Jambi sebanyak 438 titik, Lampung (353), dan Bangka Belitung (296)," katanya, dilansir dari Antara.
Wilayah Sumatra lainnya yang terpantau memiliki titik panas yakni Riau 16 titik, Bengkulu (7), Kepulauan Riau (5), Sumatra Barat dan Sumatra Utara masing-masing terpantau satu titik.
Sementara itu sebaran titik panas di Riau terdapat di empat wilayah. Jumlah terbanyak berada di Kabupaten Inderagiri Hulu sebanyak 6 titik. Sisanya Kabupaten Kuantan Singingi, Pelalawan, Siak, dan Kota Pekanbaru masing-masing dua titik. Sisanya da di Kabupaten Kampar dan Indragiri Hilir masing-masing satu titik.
Kondisi titik panas di bagian Selatan Sumatra tersebut juga mengakibatkan kabut asap di Provinsi Riau. Jarak pandang di Pekanbaru kurang dari 1 Kilometer dengan kondisi berasap.

Ilustrasi pemadaman karhutla. Foto: Dok. ANTARA FOTO.
BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena asap masih tebal di sejumlah wilayah Riau. Kondisi tersebut dapat berdampak pada kesehatan, terutama sistem pernapasan.
"Kami mengimbau untuk sobat memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi aktivitas di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat," ucapnya.