Perkuat Ekonomi Biru, Pemerintah Ajak Investor untuk Investasi

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (tengah). Foto: Dok istimewa

Perkuat Ekonomi Biru, Pemerintah Ajak Investor untuk Investasi

7 October 2026 15:35

Jakarta: Kolaborasi antara pembiayaan, inovasi industri, dan lintas sektor diyakini dapat menarik investasi di sektor kelautan dan pesisir, membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, serta mendukung pelestarian lingkungan. Apalagi peluang pengembangan ekonomi biru Indonesia masih terbuka lebar.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengajak sektor keuangan, investor, dunia usaha, dan mitra pembangunan berkolaborasi mempercepat investasi ekonomi biru. Ini guna mendukung transformasi sektor kelautan dan perikanan Indonesia menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang modern, produktif, dan berkelanjutan.

Menurut Trenggono, ekonomi biru Indonesia tidak hanya merupakan agenda pelestarian lingkungan, tetapi juga strategi pembangunan ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan ekspor, dan menarik investasi.

"Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, laut merupakan salah satu aset ekonomi terbesar yang dimiliki Indonesia. Ekonomi biru bukan hanya tentang melindungi sumber daya laut, tetapi juga tentang bagaimana mentransformasikannya menjadi nilai ekonomi jangka panjang bagi masyarakat," ujar dia dalam ajang Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026, Rabu, 7 Oktober 2026.

Di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Kelautan dan Perikanan melaksanakan enam Program Prioritas Nasional, yaitu Program Kampung Nelayan Merah Putih, revitalisasi tambak Pantai Utara Jawa, pengembangan Tambak Udang Terintegrasi, pengembangan budidaya perikanan berbasis desa, modernisasi armada perikanan nasional, serta swasembada garam nasional.

"Seluruh program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mentransformasi sektor kelautan dan perikanan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi yang berbasis investasi," kata dia.


(Managing Director, Head of Coverage, Standard Chartered Indonesia Amit Verma. Foto: Dok istimewa)

Dukungan lembaga keuangan

Trenggono juga menyampaikan apresiasi kepada Standard Chartered atas dukungannya terhadap pengembangan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu, Nusa Tenggara Timur. Menurut dia, kolaborasi tersebut menunjukkan bagaimana pembiayaan strategis dapat mempercepat investasi ekonomi biru sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.

Ia juga mengundang lembaga keuangan dan investor untuk memperluas dukungan pembiayaan PUBLIC pada sektor akuakultur berkelanjutan, hilirisasi rumput laut, industri pengolahan hasil perikanan, serta pembangunan infrastruktur rantai dingin dan logistik kelautan.

Salah satu fokus utama transformasi ekonomi biru Indonesia adalah hilirisasi sektor kelautan dan perikanan. Indonesia perlu bergerak melampaui ekspor bahan baku menuju penciptaan nilai tambah melalui pengolahan, manufaktur, inovasi, dan penerapan teknologi.

"Kami terus memperkuat produksi yang berkelanjutan sekaligus membangun kapasitas pengolahan, rantai dingin, sistem jaminan mutu, dan ketertelusuran produk. Dengan naik kelas dalam rantai nilai global, Indonesia dapat meningkatkan daya saing, memperbesar nilai ekspor, dan menciptakan lapangan kerja yang lebih berkualitas bagi masyarakat pesisir," jelas Trenggono.

3 pilar pendorong ekonomi biru

Selaras dengan arahan kebijakan pemerintah, ada tiga pilar utama pendorong ekonomi biru, pembiayaan, inovasi industri, dan kemitraan strategis. Berbagai sektor berpotensi tinggi, mulai dari akuakultur, rumput laut, pengolahan hasil laut, sistem rantai pendingin, keterlacakan (traceability), hingga produk hayati inovatif seperti biostimulan berbasis rumput laut.

Managing Director, Head of Coverage, Standard Chartered Indonesia Amit Verma menegaskan besarnya potensi ekonomi biru Indonesia untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dunia. Menurut dia, Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis untuk menjadi pemimpin global dalam ekonomi biru.

Untuk mewujudkan potensi tersebut, Amit menyebut, diperlukan inovasi pembiayaan, kemitraan yang kuat antara pemerintah dan sektor swasta, serta investasi pada rantai nilai yang berkelanjutan.

"Melalui jaringan global dan keahlian kami di bidang pembiayaan berkelanjutan, Standard Chartered berkomitmen mendukung berbagai inisiatif yang dapat memperkuat mata pencaharian masyarakat pesisir, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta berkontribusi pada kesehatan ekosistem laut dalam jangka panjang," ujar Amit.