Ilustrasi Pexels
10 Negara dengan Gaji Rata-Rata Tertinggi di Dunia 2026, Cek Posisi Indonesia
Muhamad Marup • 14 October 2026 18:41
Jakarta: Gaji merupakan salah satu faktor perbandingan kondisi ekonomi dan kesejahteraan pekerja antara satu negara dengan negara lainnya. Besaran gaji dipengaruhi banyak hal, mulai dari kondisi ekonomi, produktivitas tenaga kerja, hingga kebijakan ketenagakerjaan setiap negara.
Berdasarkan data Wage tahun 2026, sejumlah negara Eropa mendominasi daftar negara dengan rata-rata gaji tertinggi di dunia. Swiss menjadi negara pemuncak dalam daftar tersebut.
Data tersebut mencakup 206 negara dan wilayah dengan menggunakan rata-rata gaji bulanan dalam dolar Amerika Serikat (USD). Untuk memudahkan pembaca di Indonesia, nilai gaji dalam daftar berikut juga dikonversi ke rupiah menggunakan kurs pembulatan Rp18.000 per USD1.
Berdasarkan data Wage tahun 2026, sejumlah negara Eropa mendominasi daftar negara dengan rata-rata gaji tertinggi di dunia. Swiss menjadi negara pemuncak dalam daftar tersebut.
Data tersebut mencakup 206 negara dan wilayah dengan menggunakan rata-rata gaji bulanan dalam dolar Amerika Serikat (USD). Untuk memudahkan pembaca di Indonesia, nilai gaji dalam daftar berikut juga dikonversi ke rupiah menggunakan kurs pembulatan Rp18.000 per USD1.
10 Negara Gaji Tertinggi
%20(4).jpeg)
Foto: Pexels
- Swiss: USD9.436 atau sekitar Rp169,85 juta per bulan
- Liechtenstein: USD7.259 atau sekitar Rp130,66 juta per bulan
- Denmark: USD6.759 atau sekitar Rp121,66 juta per bulan
- Islandia: USD6.555 atau sekitar Rp117,99 juta per bulan
- Luksemburg: USD6.286 atau sekitar Rp113,15 juta per bulan
- Amerika Serikat: USD6.228 atau sekitar Rp112,10 juta per bulan
- Jersey: USD5.949 atau sekitar Rp107,08 juta per bulan
- Norwegia: USD5.715 atau sekitar Rp102,87 juta per bulan
- Monako: USD5.535 atau sekitar Rp99,63 juta per bulan
- Australia: USD5.435 atau sekitar Rp97,83 juta per bulan
Angka tersebut merupakan rata-rata gaji bruto bulanan, yaitu pendapatan sebelum dipotong pajak dan iuran sosial.
Sebagai catatan, Jersey yang masuk dalam daftar merupakan wilayah dependensi Kerajaan Inggris, bukan negara berdaulat.
Dominasi negara-negara Eropa dalam daftar tersebut menunjukkan tingginya rata-rata pendapatan pekerja di sejumlah negara kawasan itu.
Namun, gaji yang tinggi tidak serta-merta menunjukkan besarnya pendapatan bersih yang diterima pekerja karena pajak dan iuran sosial berbeda di setiap negara.
Sebagai catatan, Jersey yang masuk dalam daftar merupakan wilayah dependensi Kerajaan Inggris, bukan negara berdaulat.
Dominasi negara-negara Eropa dalam daftar tersebut menunjukkan tingginya rata-rata pendapatan pekerja di sejumlah negara kawasan itu.
Namun, gaji yang tinggi tidak serta-merta menunjukkan besarnya pendapatan bersih yang diterima pekerja karena pajak dan iuran sosial berbeda di setiap negara.
Bagaimana Posisi Indonesia?
Indonesia belum masuk dalam daftar 10 negara dengan gaji rata-rata tertinggi di dunia. Berdasarkan laman Wage untuk Indonesia, Indonesia berada di peringkat ke-178 dari 206 negara dan wilayah pada 2026.
Rata-rata gaji bruto pekerja Indonesia tercatat sekitar Rp3,5 juta per bulan atau setara dengan USD195-197. Nilai tersebut jauh di bawah Swiss yang menempati posisi pertama dengan rata-rata gaji sekitar Rp169,85 juta per bulan berdasarkan konversi kurs pembulatan. Meski demikian, data rata-rata tidak berarti seluruh pekerja di suatu negara akan menerima gaji dalam jumlah yang sama. Pendapatan dapat berbeda berdasarkan sektor pekerjaan, wilayah, pengalaman, dan tingkat keahlian.
Perbandingan gaji antarnegara perlu mempertimbangkan biaya hidup dan daya beli masyarakat. Negara dengan rata-rata gaji tinggi juga dapat memiliki biaya tempat tinggal, transportasi, makanan, dan kebutuhan sehari-hari yang lebih mahal.
Selain itu, data yang digunakan dalam pemeringkatan ini merupakan gaji bruto sebelum pajak dan potongan lainnya. Sehingga, jumlah yang benar-benar diterima pekerja bisa lebih rendah daripada angka yang tercantum dalam daftar.
(Siti Nahdia Usman)
Rata-rata gaji bruto pekerja Indonesia tercatat sekitar Rp3,5 juta per bulan atau setara dengan USD195-197. Nilai tersebut jauh di bawah Swiss yang menempati posisi pertama dengan rata-rata gaji sekitar Rp169,85 juta per bulan berdasarkan konversi kurs pembulatan. Meski demikian, data rata-rata tidak berarti seluruh pekerja di suatu negara akan menerima gaji dalam jumlah yang sama. Pendapatan dapat berbeda berdasarkan sektor pekerjaan, wilayah, pengalaman, dan tingkat keahlian.
Perbandingan gaji antarnegara perlu mempertimbangkan biaya hidup dan daya beli masyarakat. Negara dengan rata-rata gaji tinggi juga dapat memiliki biaya tempat tinggal, transportasi, makanan, dan kebutuhan sehari-hari yang lebih mahal.
Selain itu, data yang digunakan dalam pemeringkatan ini merupakan gaji bruto sebelum pajak dan potongan lainnya. Sehingga, jumlah yang benar-benar diterima pekerja bisa lebih rendah daripada angka yang tercantum dalam daftar.
(Siti Nahdia Usman)