Seorang Pria Ditembak Agen ICE saat Bersama Anak di New York, Mamdani Murka

Wali Kota New York Zohran Mamdani. Foto: The New York Times

Seorang Pria Ditembak Agen ICE saat Bersama Anak di New York, Mamdani Murka

Fajar Nugraha • 9 October 2026 20:15

New York: Agen imigrasi Amerika Serikat (ICE) menembak dan melukai seorang pria di dalam mobil yang juga ditumpangi seorang anak berusia lima tahun di kawasan Marble Hill, New York City, Kamis, 8 Oktober 2026

Insiden tersebut dikonfirmasi oleh kepolisian setempat dan sejumlah saksi mata.

Wali Kota New York Zohran Mamdani mengatakan, laporan awal menunjukkan para agen mengepung mobil pria tersebut bersama seorang anak sebelum melepaskan beberapa tembakan.

“Laporan awal menunjukkan para agen mengepung pria tersebut dan seorang anak berusia lima tahun di dalam mobilnya sebelum melepaskan beberapa tembakan,” kata Mamdani dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Channel News Asia, Jumat, 9 Oktober 2026.

Mamdani mengatakan, dirinya telah menghubungi Presiden AS Donald Trump dan Menteri Keamanan Dalam Negeri Markwayne Mullin untuk bernegosiasi mengenai pembebasan pria yang ditembak oleh agen ICE. 

Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Dalam konferensi pers pada Kamis malam, Mamdani mengatakan dirinya telah meminta pemerintahan Trump menghentikan operasi penegakan hukum ICE di New York City.

“Tindakan-tindakan ini membuat kota menjadi kurang aman,” ujar Mamdani.

“Kota ini ingin ICE pergi. Kami ingin ICE keluar dari kota kami, dari sekolah-sekolah, rumah sakit, jalanan, dan menjauh dari anak-anak kami,” kata Mamdani.

Mamdani memastikan anak yang berada di dalam mobil tidak mengalami cedera fisik. Komisaris Kepolisian New York Jessica Tisch mengatakan polisi telah menemukan anak tersebut bersama seorang anggota keluarga setelah melakukan pemeriksaan kondisi keselamatannya.

DHS Ungkap Operasi Penangkapan

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS), lembaga induk ICE, mengatakan para petugas sedang menjalankan operasi penegakan hukum terarah di Bronx untuk menangkap seorang pria asal Republik Dominika yang memiliki catatan kriminal.

Tisch mengidentifikasi pria tersebut berusia 28 tahun dan mengatakan ia pernah ditangkap di New York City pada 2023 dan 2025.

“Selama insiden tersebut, seorang petugas ICE melepaskan tembakan dan warga negara asing yang berada di negara ini secara ilegal serta memiliki catatan kriminal itu terluka,” kata DHS dalam sebuah pernyataan.

DHS menambahkan bahwa petugas ICE segera memberikan pertolongan kepada pria tersebut. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit setempat dalam kondisi masih hidup.

Menurut DHS, penembakan terjadi sekitar pukul 16.00 waktu setempat.

Saksi Dengar Tembakan


Pedro Almarez, yang bekerja di sebuah restoran dekat lokasi kejadian, mengatakan dirinya mendengar suara tembakan sebelum keluar untuk melihat situasi.

Ia melihat sejumlah petugas yang mengenakan atribut ICE berada di lokasi, dengan tiga atau empat kendaraan di sekitar tempat kejadian. Menurut Almarez, petugas kepolisian New York tiba sekitar 10 menit kemudian.

Almarez mengatakan pria tersebut baru dikeluarkan dari mobil setelah ambulans tiba.

Polisi kemudian memasang pita kuning pembatas tempat kejadian perkara di sepanjang satu blok jalan.

Menurut saksi mata, seorang perempuan yang berdiri di balkon menghadap lokasi penembakan terdengar mengatakan kepada para petugas bahwa mereka “membawa anak-anak kami”.

Penembakan Agen Imigrasi Picu Kritik

Insiden ini terjadi di tengah kritik terhadap peningkatan operasi deportasi pemerintahan Trump. Menurut laporan tersebut, agen imigrasi federal telah menembak sedikitnya 21 orang sejak Trump kembali menjabat, dengan tujuh di antaranya tewas.

Para pengkritik menilai peningkatan penindakan imigrasi telah memicu lebih banyak konfrontasi kekerasan dan mempertanyakan pertanggungjawaban aparat yang terlibat.

Trump sebelumnya mengatakan banyak migran harus dideportasi, sembari mengaitkan mereka dengan penipuan keuangan dan kejahatan kekerasan secara luas.

(Fajar Nugraha)