Induk orang utan dipeluk anaknya saat mendapat bantuan oksigen saat dievakuasi dari area karhutla di perkebunan kelapa sawit di Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. ANTARA FOTO/HO/YIARI/Heribertus Suciadi/tom.
Kemenhut Evakuasi 290 Satwa Terdampak Karhutla, Mayoritas di Kalimantan
Lukman Diah Sari • 13 October 2026 14:01
Jakarta: Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melaporkan telah menangani 290 ekor satwa liar yang terdampak bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 8 Oktober 2026. Sebanyak 272 satwa di antaranya dievakuasi dari empat provinsi di Kalimantan.
"Mengenai satwa, berdasarkan rekap Kemenhut hingga 8 Oktober 2026, tercatat 290 individu satwa liar secara nasional dalam penanganan terkait bencana. Dari jumlah tersebut, 272 individu tercatat dalam penanganan BKSDA di empat provinsi Kalimantan," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2026, melansir Antara.
Angka tersebut merupakan akumulasi penanganan satwa di Kalteng secara keseluruhan. Artinya, data itu bukan sekadar jumlah orangutan yang terdampak langsung di Taman Nasional Tanjung Puting, yang saat ini tengah menjadi fokus operasi pemadaman karhutla.
"Penanganan satwa mulai dari evakuasi atau rescue, penggiringan menuju habitat yang lebih aman, translokasi, hingga perawatan dan rehabilitasi," ujar Ristianto.
Ia memastikan pemerintah terus memperkuat upaya pemadaman karhutla di berbagai lokasi terdampak. Khusus di Tanjung Puting, pemerintah akan memobilisasi penambahan petugas, termasuk melibatkan personel dari TNI dan Polri.

Tim BKSDA Kalsel menunjukkan seekor bekantan yang tewas dari total 12 ekor yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Balimau, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. ANTARA/HO-BKSDA Kalsel
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan pemerintah telah mengerahkan lebih dari 60 ribu personel gabungan. Mereka ditugaskan untuk melakukan operasi pemadaman karhutla melalui jalur darat di berbagai daerah, khususnya di Kalteng dan Sumatra Selatan.
Teddy menjelaskan, laporan mengenai jumlah personel dan situasi terbaru penanggulangan karhutla ini telah diterima langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Laporan tersebut dibahas dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin malam, 12 Oktober 2026.
Dalam laporan yang disampaikan kepada Presiden itu, operasi pemadaman tercatat masih terus berlangsung pada area lahan seluas 639 hektare di enam provinsi, yang mayoritas tersebar di Pulau Kalimantan dan Sumatra.