Aparat keamanan apel pentas Andrea Bucelli di Magelang, Sabtu (31/10/2026). ANTARA/HO - Polda Jateng
Polda Jateng Kerahkan 3.229 Personel Amankan Konser Andrea Bocelli di Borobudur
Whisnu Mardiansyah • 31 October 2026 14:03
Magelang: Polda Jawa Tengah menyiapkan 3.229 personel gabungan untuk mengamankan konser penyanyi tenor dunia Andrea Bocelli di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Kepala Pelaksana Pengamanan Konser Andrea Bocelli, Kombes Pol Muhammad Aldian, mengatakan ribuan personel tersebut berasal dari unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, dan sejumlah instansi terkait.
Pengamanan diperkuat untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penonton, kepadatan pengunjung, serta potensi gangguan arus lalu lintas di sekitar kawasan wisata.
Aldian yang juga menjabat Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah menjelaskan pengamanan kegiatan masyarakat merupakan bagian dari tugas rutin kepolisian. Namun, kesiapan personel ditingkatkan karena konser tersebut berskala internasional dan diperkirakan menarik banyak penonton.
"Pengamanan kegiatan masyarakat ini sebenarnya rutin, tidak ada hal yang khusus. Hanya memang kita meningkatkan antisipasi karena jumlah penontonnya akan banyak. Apalagi kegiatan ini berada di kawasan wisata terkenal, yaitu Borobudur," katanya, seperti dilansir Antara, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Ia menyebut pengamanan diarahkan untuk mengantisipasi kemacetan, gangguan lalu lintas, serta penumpukan masyarakat di sekitar lokasi konser. Sebanyak 3.229 personel gabungan diterjunkan, termasuk anggota bantuan kendali operasi (BKO) dari sejumlah satuan untuk memperkuat pengamanan selama acara berlangsung.
Mengenai kemungkinan adanya kelompok masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi atau melakukan konvoi menuju kawasan Candi Borobudur, Aldian menegaskan hak menyampaikan pendapat di muka umum tetap dijamin oleh undang-undang.
Polisi, lanjut dia, akan melayani masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasi dengan menyediakan area tertentu. Pengaturan tersebut dilakukan agar aktivitas penyampaian pendapat tidak berbenturan dengan penyelenggaraan konser.
"Penyampaian aspirasi silakan, itu dilindungi undang-undang dan pasti kita layani. Hanya saja, kita akan mengalokasikan area tertentu supaya kegiatan yang berlangsung bersamaan tidak saling terganggu," katanya.
Aldian menuturkan penentuan lokasi tersebut dimaksudkan untuk mengakomodasi hak masyarakat menyampaikan pendapat sekaligus menjaga kelancaran kegiatan utama di kawasan Borobudur. Ia menambahkan kepolisian tidak menyiapkan penyekatan khusus. Pengaturan pergerakan kendaraan dan masyarakat dilakukan melalui rekayasa lalu lintas selama konser berlangsung.

Poster Andrea Bocelli Romanza 30th Anniversary yang akan digelar di Borobudur dan Jakarta pada Oktober-November 2026. (Foto: Ist)
Petugas akan mengatur arus penonton dan masyarakat yang memiliki keperluan lain di kawasan Borobudur. Kelompok yang hendak menggelar kegiatan berbeda juga akan diarahkan menuju lokasi yang telah disediakan.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Yuliyanto mengimbau masyarakat yang melintasi kawasan Borobudur untuk mengikuti arahan petugas. Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada pengguna jalan yang melewati persimpangan dan titik pengamanan yang dijaga personel lalu lintas.
Yuliyanto berharap masyarakat ikut menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Magelang selama penyelenggaraan konser. Menurut dia, kelancaran kegiatan berskala internasional dapat memberikan kesan positif terhadap daerah tersebut di mata masyarakat dunia.
Ia menilai pengalaman baik yang dirasakan penonton dan pengisi acara dari berbagai negara berpotensi menjadi sarana promosi bagi Kabupaten Magelang. Hal itu juga diharapkan dapat membuka kesempatan bagi daerah tersebut untuk menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan internasional lainnya.
"Ketika Magelang ini aman, otomatis juga menjadi investasi bagi masyarakat. Para penonton maupun pengisi acara akan membawa pesan ke negaranya bahwa kegiatan di Magelang berjalan aman, masyarakatnya baik dan santun," katanya.
Yuliyanto berharap kegiatan internasional tersebut turut memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama melalui peningkatan aktivitas pariwisata dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Magelang.