BMKG: Potensi Banjir Rob di 16 Wilayah RI hingga 1 November, Ini Daftarnya

Arsip - Nelayan berjalan menuju perahu yang tertambat di pesisir Desa Labuhan Alas, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Selasa, 7 Juli 2026. ANTARA/Sugiharto Purnama

BMKG: Potensi Banjir Rob di 16 Wilayah RI hingga 1 November, Ini Daftarnya

Lukman Diah Sari • 27 October 2026 17:35

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini potensi banjir pesisir (rob) yang mengancam pesisir Indonesia hingga 1 November 2026. Ancaman ini dipicu oleh fenomena Fase Bulan Purnama pada 26 Oktober 2026 yang disusul Fase Perigee (jarak terdekat bulan ke bumi) pada 29 Oktober 2026, sehingga berpotensi mendongkrak ketinggian pasang air laut maksimum.

Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, rob diprakirakan akan mengganggu aktivitas harian masyarakat, mulai dari bongkar muat di pelabuhan, dinamika permukiman pesisir, hingga keberlangsungan tambak garam dan perikanan darat.

Melansir laman resmi BMKG Maritim, berikut rincian 16 wilayah pesisir yang berpotensi diterjang rob beserta prakiraan waktu kejadiannya:
  1. Pesisir Sumatra Utara (23–31 Oktober 2026): Pesisir Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan.

  2. Pesisir Sumatra Barat (24–27 Oktober 2026): Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Agam, Pasaman Barat, serta Kepulauan Mentawai (Pulau Pagai, Siberut, dan Sipora).

  3. Pesisir Lampung (26–31 Oktober 2026): Bandar Lampung, Tanggamus, Lampung Selatan, Pesawaran, Pesisir Timur Lampung, dan Pesisir Barat Lampung.

  4. Pesisir Banten: Perairan Utara Tangerang (29–31 Oktober 2026); Selat Sunda Barat Pandeglang, Perairan Selatan Pandeglang, dan Perairan Selatan Lebak (27–30 Oktober 2026).

  5. Pesisir DKI Jakarta (25 Oktober–1 November 2026): Kamal Muara, Kapuk Muara, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Tanjung Priok, Kalibaru, Muara Angke, dan Penjaringan.

  6. Pesisir Jawa Barat: Subang, Indramayu, Cirebon (22–26 Oktober 2026); Kabupaten Bekasi, Karawang (25 Oktober–1 November 2026); serta pesisir selatan Jabar meliputi Sukabumi, Garut, Cianjur, Tasikmalaya, dan Pangandaran (25–31 Oktober 2026).

  7. Pesisir Jawa Tengah (Mulai 22 Oktober 2026): Kota Semarang, Demak, Pekalongan, Batang, Kendal, Jepara, Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Pemalang.

  8. Pesisir Jawa Timur: Pelabuhan Surabaya (27–29 Oktober 2026); Surabaya Barat (26–29 Oktober 2026); dan Pesisir Timur Surabaya (27–28 Oktober 2026).

  9. Pesisir Bali (25–31 Oktober 2026): Pesisir Selatan Bali (Gianyar, Badung, Denpasar, Tabanan, Klungkung, Jembrana).

  10. Pesisir Nusa Tenggara Barat (24 Oktober–2 November 2026): Lembar, Sumbawa, dan Bima.

  11. Pesisir Kalimantan Utara (26–30 Oktober 2026): Wilayah Perairan Tarakan.

  12. Pesisir Kalimantan Selatan: Barito Kuala, Banjar, Banjarmasin, dan Tanah Laut (29–31 Oktober 2026); Kotabaru dan Tanah Bumbu (26–31 Oktober 2026).

  13. Pesisir Kalimantan Tengah (22–23 Oktober 2026): Kumai, Pantai Lunci, dan Kuala Jelai.

  14. Pesisir Kalimantan Barat (30–31 Oktober 2026): Sebagian kecil bantaran Sungai Kapuas.

  15. Pesisir Sulawesi Utara (26–30 Oktober 2026): Kepulauan Talaud, Kepulauan Sangihe, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow, Minahasa Selatan, Manado Tua, dan Manado.

  16. Pesisir Maluku: Ambon (28–31 Oktober 2026); Maluku Tengah (26–31 Oktober 2026); Seram bagian Timur, Kepulauan Kai, Kepulauan Aru, dan Kepulauan Tanimbar (27–31 Oktober 2026).
"Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG," pesan BMKG.

(Lukman Diah Sari)