Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) I Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.
Wamenhan Richard Tampubolon Tegaskan Industri Pertahanan Harus Mandiri dan Kuasai Teknologi
Fachri Audhia Hafiez • 15 October 2026 16:33
Jakarta: Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) I Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat industri pertahanan dalam negeri. Hal ini demi menjaga kemandirian bangsa serta beradaptasi dengan era perang modern berbasis kecerdasan buatan (AI) dan pesawat tanpa awak (drone).
"Intinya (tugas) kalau di Wamenhan I itu, bagaimana strategi, doktrin, dan pengembangan kekuatan pertahanan," kata Richard usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Kamis, 15 Oktober 2026.
Penguatan sektor pertahanan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto ditegaskan dirancang untuk memacu pertumbuhan industri lokal. Sehingga, tidak bergantung pada negara luar.
Wamenhan II Marsekal TNI Yusuf Jauhari menjelaskan terkait rantai pasok dan pasokan alutsista dan menyoroti pentingnya diversifikasi. Langkah ini demi menjaga ketahanan nasional dalam jangka panjang.
"Dengan memang kompleksitas manajemen logistik menjadi ada, tetapi kita mendorong juga industri pertahanan kita untuk berpartisipasi menopang supaya kekuatan ini terus terwujud. Sehingga tidak hanya sebagai kekuatan militer saja, tetapi juga kekuatan yang menopang seluruh kelangsungan bangsa ini," kata Yusuf.

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) II Marsekal Yusuf Jauhari. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.
Dia menegaskan kesiapannya mengawal sektor industri dan logistik pertahanan. Hal ini dimaksudkan agar pemenuhan alutsista TNI makin mandiri serta tangguh menghadapi berbagai skenario.
"Saya kira sekarang di era drone, AI, kemudian perang dengan cara lebih murah, supaya kita lebih kuat, lebih panjang begitu proses mempertahankan diri dan mempertahankan kedaulatan," ujar Yusuf.