Polres Demak mengantar siswa pergi dan pulang sekolah dengan perahu karet. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani.
Pelajar di Demak Harus Pakai Perahu ke Sekolah
Rhobi Shani • 26 May 2025 13:27
Demak: Sejumlah pelajar di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, harus pergi dan pulang dari sekolah menggunakan perahu lantaran dilanda banjir. Tingginya curah hujan yang mengguyur serta meluapnya air laut menyebabkan beberapa desa tergenang, termasuk Desa Sayung dan Desa Lengkong.
Polres Demak turun tangan dengan menyediakan layanan antar jemput siswa menggunakan perahu karet untuk memastikan para siswa tetap bisa mengikuti kegiatan belajar meski jalanan terendam banjir.
Kapolres Demak, AKBP Ari Cahya Nugraha, melalui Kasat Samapta AKP Wasito menjelaskan pihaknya telah menerjunkan empat unit perahu karet guna membantu mobilitas para siswa.
“Masih tingginya curah hujan menyebabkan genangan air di Desa Sayung dan Lengkong terus meningkat. Akibatnya, anak-anak harus menggunakan perahu untuk berangkat dan pulang sekolah," kata Wasito di Demak, Senin, 26 Mei 2025.
| Baca: Banjir Rendam Puluhan Rumah di Pandeglang
|
Untuk mendukung operasional layanan ini, Polres Demak menerjunkan 30 personel dari Satsamapta, dibantu jajaran Polsek Sayung. Mereka tidak hanya mengantar siswa ke sekolah, tetapi juga melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir ke tempat yang lebih aman.
"Dengan bantuan ini, para siswa tetap bisa mengikuti pelajaran dengan nyaman, tanpa harus khawatir baju sekolah basah," jelas Wasito.
Ia menambahkan layanan antar jemput akan terus dilakukan setiap hari hingga kondisi banjir benar-benar surut.
"Inilah bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kami akan terus hadir memberikan rasa aman dan nyaman, apapun kondisinya. Semoga apa yang kami lakukan ini bisa bermanfaat," ungkapnya.