OK OCE Forever Sumatera Barat menyalurkan sembako bagi masyarakat terdampak bencana alam di Nagari Anduriang
Ratusan Korban Galodo Padang Pariaman Terima Bantuan Pangan
25 January 2025 09:23
Sumatra: Duka mendalam akibat rentetan bencana banjir, longsor, dan galodo di wilayah Sumatera Barat memicu aksi kemanusiaan cepat dari Yayasan Indonesia Setara (YIS) dan OK OCE Forever Sumatera Barat. Sebanyak 200 kepala keluarga di Nagari Anduriang, Kabupaten Padang Pariaman, yang sempat terisolasi secara ekonomi, akhirnya menerima bantuan pangan darurat pada pekan ini.
Penyaluran bantuan dilakukan selama dua hari di dua titik terdampak paling parah, yakni Korong Sipisang Sipinang dan Korong Balah Aia. Wilayah ini merupakan salah satu titik terdampak galodo yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan memutus urat nadi ekonomi warga.
Founder Yayasan Indonesia Setara, Sandiaga Salahuddin Uno, mengungkapkan bahwa aksi ini murni didorong oleh rasa kemanusiaan untuk menyentuh warga yang sulit dijangkau akibat kendala akses.
"Ini adalah bentuk kehadiran kami di tengah masyarakat yang sedang berjuang bangkit dari bencana. Selain membantu kebutuhan dasar, fokus kami adalah meringankan beban warga yang harus menghadapi lonjakan harga pangan di tengah kondisi darurat," ujar Sandiaga.
Kondisi kemanusiaan di lapangan dilaporkan cukup menantang. Ketua OK OCE Forever Sumatera Barat, Indra Dodi, menyebutkan bahwa lumpuhnya akses jalan utama telah memaksa warga menempuh perjalanan empat kali lebih lama dari biasanya hanya untuk mendapatkan bahan pokok.
"Masyarakat yang biasanya hanya butuh 30 menit ke pasar, kini harus berjuang selama dua jam melewati jalur alternatif yang sulit. Dampaknya, harga barang melonjak dan daya beli warga terjun bebas. Bantuan ini adalah upaya kami menjaga agar ketahanan pangan keluarga tidak ambruk pascabencana," jelas Indra.
Sebanyak 200 paket bantuan berisi beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan mendesak lainnya diserahkan langsung secara gratis kepada warga. Bantuan ini disambut haru oleh penduduk setempat yang mulai kesulitan mendapatkan pasokan pangan akibat jalur distribusi yang belum pulih sepenuhnya.
Aksi kolaborasi ini diharapkan dapat memicu gelombang solidaritas sosial yang lebih luas untuk membantu proses pemulihan jangka panjang bagi para penyintas bencana di Sumatera Barat.