Daftar Negara dengan Populasi Muslim Terbesar di Eropa, Rusia dan Turki Teratas

Negara dengan Populasi Muslim Terbesar di Eropa, foto: freepik

Daftar Negara dengan Populasi Muslim Terbesar di Eropa, Rusia dan Turki Teratas

Putri Purnama Sari • 19 February 2026 15:26

Jakarta: Islam menjadi salah satu agama dengan pertumbuhan dan pengaruh paling signifikan di kawasan Eropa. Keberadaannya tidak hanya berakar dari sejarah panjang selama berabad-abad, tetapi juga dipengaruhi oleh arus migrasi serta dinamika geopolitik modern.

Secara geografis, populasi Muslim terbesar di Eropa banyak terpusat di wilayah Timur dan Tenggara benua tersebut, terutama jika cakupan wilayah memasukkan negara seperti Rusia, Turki, dan Kazakhstan.

Berdasarkan data yang dilansir dari geomapas.gr, berikut daftar negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di Eropa.

Negara dengan Populasi Muslim Terbesar di Eropa

  1. Rusia – 17.180.000 jiwa
  2. Turki – 11.970.000 jiwa
  3. Azerbaijan – 10.110.000 jiwa
  4. Jerman – 5.920.000 jiwa
  5. Prancis – 5.920.000 jiwa
  6. Britania Raya – 4.120.000 jiwa
  7. Italia – 2.840.000 jiwa
  8. Bosnia dan Herzegovina – 1.720.000 jiwa
  9. Kosovo – 1.430.000 jiwa
  10. Spanyol – 1.290.000 jiwa
  11. Albania – 1.140.000 jiwa
  12. Kazakhstan – 1.120.000 jiwa
  13. Belanda – 1.030.000 jiwa
  14. Bulgaria – 890.000 jiwa
  15. Belgia – 800.000 jiwa
Selain itu, Swedia memiliki populasi umat Muslim sebanyak 760.000 juta, lalu di Austria sebanyak 730.000 juta dan 520.000 juta umat muslim tersebar di negara Swiss. 

Sejarah dan Persebaran Muslim di Eropa


Ilustrasi pexels

Di kawasan Balkan seperti Bosnia dan Herzegovina, Albania, dan Kosovo, proporsi Muslim tergolong tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh warisan sejarah Kekaisaran Ottoman yang pernah menguasai wilayah tersebut selama berabad-abad.

Sementara itu, karakteristik populasi Muslim di Eropa Barat berbeda. Di negara-negara maju seperti Prancis, Jerman, dan Britania Raya, pertumbuhan komunitas Muslim banyak dipicu oleh arus migrasi pasca Perang Dunia II.

Fenomena ini berawal dari kebutuhan tenaga kerja untuk pembangunan ekonomi, ditambah faktor kemanusiaan dan pengungsi akibat konflik di berbagai wilayah dunia. Kondisi tersebut membentuk komunitas Muslim yang beragam dan dinamis di jantung Eropa Barat.

(Jessica Nur Faddilah)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)