Pakar Tegaskan Campak Ancam Usia Dewasa, Immunity Gap Jadi Penyebab

Ilustrasi freepik

Pakar Tegaskan Campak Ancam Usia Dewasa, Immunity Gap Jadi Penyebab

Muhamad Marup • 28 March 2026 14:17

Jakarta: Campak tidak hanya mengancam kelompok usia anak-anak, tapi juga dewasa. Terbaru, seorang dokter di Cianjur meninggal karena Campak.

Pakar Epidemiologi dari Universitas Griffith, Dicky Budiman, menegaskan, campak bukan penyakit ringan. Penyakit tersebut memiliki potensi fatal bagi yang belum vaksinasi baik anak maupun dewasa.

Dia menyebut, campak bisa jadi lebih bahaya bagi kelompok usia dewasa. Menurutnya, usia dewasa berisiko komplikasi lebih tinggi karena penyakit komorbid.

"Mortalitas meningkat terutama pada usia lebih dari 20 tahun, dengan juga meningkat lagi kalau dia punya comorbid," ujar Dicky, kepada Metrotvnews.com, Sabtu, 28 Maret 2026.

Immunity Gap

Dicky menguraikan, campak menjadi berbahaya bagi kelompok usia dewasa karena kurangnya kesadaran untuk memenuhi vaksinasi lengkap. Padahal, dua dosis vaksin campak efektif memberikan kekebalan pada tubuh.

Dia menambahkan, dosis pertama bisa meningkatkan kekebalan 93% dan dosis kedua 97%. Efektivitas vaksin campak tidak akan menurun signifikan jika diberikan saat dewasa karena sistem kerja vaksin memicu respons imun adaptif.

"Proteksi jangka panjangnya itu bisa cenderung sampai seumur hidup," jelasnya.

Dicky menilai, vaksinasi bagi usia dewasa menjadi penting sebab pada kelompok usia tersebut rawan terjadi Immunity Gap. Dengan demikian, vaksinasi campak untuk dewasa penting menutup celah kekebalan populasi atau herd immunity gap.


Ilustrasi Pexels

"Meskipun benar bahwa secara umum imunitas dewasa lebih matang, tapi ada beberapa faktor kunci yang menjadi kerentanan ya," katanya.

Dia menegaskan, masyarakat jangan ragu untuk memenuhi vaksin campak lengkap. Khusus untuk dosis kedua, masyarakat masih bisa vaksinasi meski sudah melengkapi sebelumnya.

"Misalnya lupa nih pernah atau tidak. Atau hanya menerima 1 dosis sebelumnya, atau termasuk kelompok risiko tinggi, kalau meragukan ya booster lebih banyak manfaatnya," tuturnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)