Gunung Marapi Erupsi, Status Masih Level II Waspada

Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat mengeluarkan hembusan. ANTARA/Muhammad Zulfikar

Gunung Marapi Erupsi, Status Masih Level II Waspada

Lukman Diah Sari • 24 March 2026 16:40

Padang: Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi melaporkan gunung api yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) mengalami erupsi sekitar 26 detik.

"Terjadi erupsi Gunung Marapi pukul 14.26 WIB yang terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28,6 milimeter serta berdurasi sekitar 26 detik," kata petugas PGA Gunung Marapi Ilhamdi Saputra di Padang, Selasa, 24 Maret 2026, melansir Antara.

Dalam laporannya, Ilham menyebut tinggi kolom abu vulkanik akibat letusan gunung api 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL) tersebut tidak teramati karena tertutup awan. Saat ini Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada.

Pukul 15.12 WIB PGA melaporkan sedang terjadi hujan di sekitar kawasan Gunung Marapi. Imbauan ini ditujukan agar masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat untuk dipatuhi.

Gunung Marapi erupsi kembali pada Rabu (23/7) pagi. Dok. Wali Nagari Bukik Batabuah.

Pertama, melarang siapapun beraktivitas atau berkegiatan di dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung api (Kawah Verbeek). Kedua, PVMBG juga mengingatkan adanya ancaman potensi lahar dingin terutama bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung api. Kondisi itu bisa terjadi ketika hujan atau musim hujan.

Kemudian, apabila terjadi hujan abu masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan. Rekomendasi lainnya ialah meminta semua pihak tetap menjaga suasana yang kondusif, serta tidak menyebarkan narasi bohong.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)