Tim gabungan sedang evakuasi korban yang terseret banjir bandang di Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam. ANTARA/HO-Basarnas Padang.
Lukman Diah Sari • 29 November 2025 10:59
Lubuk Basung: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, merilis data terbaru jumlah korban bencana banjir bandang dan tanah longsor. Hingga Jumat malam, 28 November 2025, tercatat 86 orang meninggal dunia, sementara 88 orang masih belum ditemukan.
Melansir Antara, Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, menyampaikan bahwa korban meninggal tersebar di lima kecamatan terdampak.

Tim SAR gabungan berjibaku mengevakuasi korban kesembilan banjir bandang di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Jumat (28/11/2025). Hingga hari ketiga Tim SAR gabungan masih mencari para korban hilang akibat bencana hidrometeorologi tersebut. ANTARA/Muhamm
Sebaran Korban Meninggal di Agam
Kecamatan Malalak
Banjir bandang di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur
10 korban, yaitu: Azmal, Kasmawati, Herman, Yusmaniar, Azir, Marnis, Gina, Dina, Aldo, Ernawati.
Kecamatan Tanjung Raya
Longsor di Ariki, Nagari Dalko
2 korban: Safarudin dan Emninar.
Kecamatan Matur
Longsor di Kuok Tigo Koto, Nagari Matua Mudiak
1 korban: Rajibah.
Kecamatan Palembayan
Banjir bandang
Total 74 korban dari beberapa jorong:
- Jorong Koto Alam (21 orang): Rika, Mawar, Manik, Ranti, Aisyah, Sinyur, Erik, Siaih, Siem, Agusri, Khaidir, Revan, Zara, Uci Suna, Kasmawati, Safarudin, Nabila, Iwik, Widya Ningsih, Nalla, Nabila.
- Jorong Sumbarang (16 orang): Zahara, Iyen, Sidem, Febi, Iseh, Dewi, Aguih, Azam, Iwik, Abibi, Tek Da, Simal, Heru, Mimi, Ratih, Sidan.
- Jorong Kampuang Tangah (7 orang): Befriana, Rumi, Asmawati, Jun, Edi Ajo, Bustaman, Leni.
- Jorong Kampung Tangah Timur (9 orang): Memet, Mis, Pelangi, Piak Aluih, Celsi, Alif, Yurboy, Pudin, Safianti.
"Jasad korban telah ada dimakamkan di makam keluarga," ungkap Rahmat.
88 Korban Masih Belum Ditemukan
BPBD Agam menyebut terdapat 88 orang masih hilang, tersebar di beberapa lokasi:
- Jorong Toboh, Malalak Timur: 7 orang
- Sungai Batang Antokan, warga Sikabu, Lubuk Basung: 1 orang
- Ariki, Tanjung Raya: 2 orang
- Salareh Aia, Palembayan: 78 orang
“Masih banyak korban belum ditemukan, dan kami berharap seluruh proses pencarian membuahkan hasil dalam waktu dekat,” ujar Rahmat.
Pencarian 88 korban dilanjutkan pada Sabtu pagi, dengan melibatkan BPBD Agam, Basarnas Padang, TNI, Lantamal II Padang, Polri, Damkar Agam, Pol PP Agam, Dinas Sosial Agam, Palang Merah Indonesian (PMI) Agam, Kelompok Siaga Bencana (KSB), pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, dan lainnya. Selain mencari korban, tim juga mengevakuasi warga yang terisolasi akibat akses jalan terputus.
Kesaksian Warga
Seorang warga Salareh Aia, Eki, menceritakan momen saat banjir bandang terjadi pada Kamis, 27 November 2025, sekitar pukul 17.00 WIB. Ia dan keluarganya berlari ke luar rumah setelah mendengar suara gemuruh.
“Saya melihat warga berlarian, dan tidak lama air bah menghantam permukiman. Kami mencari tempat aman dan setelah bencana selesai, saya membantu warga lain yang terdampak,” ujar Eki.