Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com
Hari Natal 2025 Jatuh Tanggal Berapa? Ini Jadwal Resmi & Sejarah Perayaannya
Eko Nordiansyah • 27 November 2025 19:45
Jakarta: Hari raya Natal adalah satu momen sakral yang paling ditunggu seluruh umat kristiani di seluruh dunia tidak terkecuali di Indonesia. Perayaan hari Natal merupakan satu simbol yang menyatakan kelahiran Yesus Kristus ke dunia.
Momen perayaan hari Natal menjadi satu momentum besar perayaan agama dan sebagai hari libur nasional. Lalu, kapan peringatan Hari Natal 2025 akan dilaksanakan? Seperti apa sejarahnya? Berikut penjelasannya.
Hari raya Natal 2025 tanggal berapa?
Melansir laman Sekretariat Kabinet (Setkab), Pemerintah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama (Menag), Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor: 1017 Tahun 2024, Nomor: 2 Tahun 2024, dan Nomor: 2 Tahun 2024 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2025.
Berikut rincian mengenai jadwal hari libur dan cuti bersama Natal 2025:
- Kamis, 25 November 2025 - Hari Raya Natal 2025.
- Jumat, 26 November 2025 - Cuti Bersama Raya Natal 2025.

(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Sejarah Natal diperingati setiap 25 Desember
Biblical Archaeology Society menulis, dalam dunia injili kristiani, tidak dijelaskan secara pasti mengenai mengapa hari raya Natal ditetapkan pada 25 Desember. Namun, penyebutan paling awal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus berasal dari almanak Romawi pertengahan abad keempat yang mencantumkan tanggal kematian berbagai uskup dan martir Kristen.
Tanggal pertama yang tercantum, 25 Desember, ditandai: natus Christus in Betleem Judeae: “Kristus lahir di Betlehem di Yudea.”
Sekitar 400 M, Agustinus dari Hippo menyebutkan kelompok Kristen pembangkang lokal, kaum Donatis, yang tampaknya merayakan perayaan Natal pada 25 Desember, tetapi menolak merayakan Epifani pada 6 Januari, menganggapnya sebagai sebuah inovasi.
Baru pada abad ke-12, sebuah catatan marjinal pada naskah tulisan-tulisan komentator Alkitab Suryani Dionysius bar-Salibi menyatakan pada zaman kuno hari raya Natal sebenarnya digeser dari 6 Januari ke 25 Desember sehingga jatuh pada tanggal yang sama dengan hari raya pagan Sol Invictus. (Shandayu Ardyan Nitona Putrahia Zebua)