Pesawat Pelita Air. Foto: dok Pelita Air.
Pelita Air Andalkan Teknologi untuk Jaga Ketepatan Waktu Penerbangan
Husen Miftahudin • 3 September 2026 14:11
Jakarta: Pelita Air terus menjaga ketepatan waktu penerbangan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman perjalanan pelanggan.
Konsistensi tersebut membawa Pelita Air meraih penghargaan sebagai Badan Usaha Angkutan Udara dengan On-Time Performance Terbaik Tahun 2026 dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan.
Penghargaan tersebut menjadi capaian kedua bagi Pelita Air setelah sebelumnya meraih penghargaan Best On-Time Performance pada Agustus 2025 dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.
Direktur Utama Pelita Air Faik Fahmi mengatakan penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas konsistensi seluruh Perwira Pelita Air dalam menjaga kualitas operasional dan ketepatan waktu penerbangan.
"Bagi kami, tepat waktu berarti menghargai waktu dan kepercayaan pelanggan. Capaian ini juga menjadi bukti bahwa konsistensi dalam menjaga ketepatan waktu membutuhkan kolaborasi seluruh elemen operasional, didukung proses kerja yang disiplin dan pemanfaatan teknologi yang tepat," ujar Faik dalam acara Aviation Award 2026, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 3 September 2026.
Andalkan teknologi OnTimeX
Upaya Pelita Air menjaga On-Time Performance turut didukung pemanfaatan teknologi OnTimeX. Inovasi digital tersebut dikembangkan melalui kolaborasi tim operasional Pelita Air untuk mengintegrasikan aspek keselamatan, keberlanjutan, dan efisiensi dalam operasional penerbangan.
"OnTimeX kami kembangkan dari kebutuhan untuk menghadirkan proses operasional penerbangan yang lebih terintegrasi, efisien, dan presisi. Teknologi ini membantu tim operasional dalam mengelola berbagai data dan informasi penerbangan secara digital, sehingga proses pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akurat," jelas Faik.
OnTimeX merupakan pengembangan dari inisiatif paperless cockpit dan digitalisasi operasional yang telah diterapkan Pelita Air sejak 2023. Inovasi tersebut juga mendapat pengakuan dari Airbus melalui anak usahanya, NavBlue, serta Pertamina dalam ajang Annual Pertamina Quality Award 2026.
Digitalisasi operasional diterapkan pada 16 pesawat Airbus A320 Pelita Air. Penerapan teknologi tersebut mengurangi penggunaan kertas hingga lebih dari 1,2 ton setiap tahun.
Data operasional dan teknis penerbangan yang sebelumnya diproses secara manual kini dapat dikelola secara digital dan otomatis. Sistem tersebut membantu meningkatkan presisi pengelolaan data sekaligus mempercepat proses kerja.
Selain meningkatkan efisiensi operasional, digitalisasi juga dinilai dapat meminimalkan potensi kesalahan pada tahap pre-flight dan mendukung ketepatan waktu penerbangan.

(Pelita Air meraih penghargaan sebagai Badan Usaha Angkutan Udara dengan On-Time Performance Terbaik Tahun 2026 dari Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub. Foto: dok Pelita Air)
Kepercayaan pelanggan jadi prioritas
Faik mengatakan penghargaan On-Time Performance bukan menjadi tujuan akhir perusahaan. Menurut dia, kepercayaan pelanggan tetap menjadi prioritas Pelita Air dalam meningkatkan kualitas layanan.
"Penghargaan ini bukan tujuan akhir. Yang paling penting bagi kami adalah kepercayaan pelanggan. Kami ingin setiap pelanggan yang memilih Pelita Air merasa yakin bahwa waktu mereka kami hargai dan perjalanan mereka kami jaga dengan sebaik-baiknya," tutur dia.
"Ke depan, kami akan terus memperkuat kualitas operasional, meningkatkan kapabilitas Perwira Pelita Air, dan memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin aman, nyaman, andal, dan tepat waktu," tambah Faik.