Ilustrasi operasi modifikasi cuaca. Foto: BNPB.
BMKG Optimalkan Analisis Cuaca Kawal OMC karhutla di Kalbar-Kalteng
Anggi Tondi Martaon • 5 September 2026 17:37
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengoptimalkan analisis data cuaca serta pemantauan dinamika atmosfer secara real-time. Hal itu dilakukan untuk mengawal efektivitas operasi modifikasi cuaca (OMC) penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Tengah (Kalteng).
Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto mengatakan bahwa keakuratan pasokan data cuaca menjadi syarat mutlak keberhasilan penyemaian awan. Sehingga, upaya membasahi lahan gambut serta menekan sebaran titik panas efektif.
"Penyemaian awan dilakukan di area lahan gambut yang terdeteksi hotspot untuk mengurangi titik panas dan memperbaiki kualitas udara akibat pekatnya kabut asap," kata Tri Handoko dikutip dari Antara, Sabtu, 5 September 2026.
Sepanjang periode 22 Agustus hingga 4 September 2026, OMC di Kalbar telah menyelesaikan 27 sortie penerbangan. Jumlah garam murni yang ditabur mencapai 24.600 kilogram garam murni (NaCl) di ketinggian 6.000 hingga 10.000 kaki.
"Intervensi ini memicu hujan di Putussibau, Kubu Raya, hingga Kota Pontianak," kata Budi.

Ilustrasi operasi modifikasi cuaca (OMC). Foto: Antara.
Secara paralel, OMC di Kalteng pada 26 Agustus hingga 5 September 2026 mencatatkan 10 sortie penerbangan dengan total 8.000 kg NaCl, yang berhasil mendatangkan hujan ringan hingga sedang di Murung Raya, Barito Utara, Kotawaringin Barat, Kapuas, Lamandau, dan Barito Selatan.
Melihat hasil positif pada kelembapan tanah gambut dan penipisan kabut asap, pemerintah resmi memperpanjang pelaksanaan OMC di Kalbar dan Kalteng mulai 5-14 September 2026 dengan dukungan pembiayaan dari Kementerian Kehutanan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Harsoyo menegaskan integrasi analisis meteorologi BMKG dalam OMC menandai pergeseran paradigma tata kelola bencana ekologis nasional dari tindakan pemadaman reaktif menjadi pencegahan dini yang terukur dan terintegrasi lintas kementerian/lembaga.