Pakistan dan Iran menegaskan komitmen menjaga perdamaian kawasan di tengah berlanjutnya negosiasi AS-Iran. (Anadolu Agency)
Selat Hormuz Kembali Memanas, Pakistan dan Iran Tegaskan Komitmen Jaga Perdamaian
Willy Haryono • 27 June 2026 15:00
Islamabad: Pakistan dan Iran kembali menegaskan komitmen untuk mendorong perdamaian dan stabilitas jangka panjang di kawasan dalam percakapan telepon antara menteri luar negeri kedua negara di tengah meningkatnya kembali ketegangan di Selat Hormuz pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Mohammad Ishaq Dar berbicara melalui sambungan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Jumat, 27 Juni 2026.
Dalam pembicaraan tersebut, Dar menegaskan kembali komitmen Pakistan untuk terus memainkan peran yang konstruktif dalam memajukan perdamaian di tingkat regional maupun internasional.
Sementara itu, Araghchi menyampaikan apresiasi atas dukungan Pakistan terhadap proses perdamaian yang sedang berlangsung. Ia juga berterima kasih kepada Islamabad atas bantuan dalam memfasilitasi pemulangan awak kapal dan nelayan Iran secara aman ke negaranya.
Dilansir dari Anadolu, kedua menteri sepakat untuk terus menjaga komunikasi dan memperkuat koordinasi diplomatik seiring berlanjutnya berbagai upaya penyelesaian konflik.
Percakapan tersebut berlangsung setelah AS mengumumkan pada Jumat malam bahwa militernya melancarkan serangan terhadap lokasi penyimpanan rudal, drone, dan radar Iran. Washington menuduh Teheran berada di balik serangan terhadap sebuah kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.
Sebagai tanggapan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan pasukan angkatan lautnya telah menyerang posisi militer Amerika Serikat di berbagai wilayah dan memperingatkan akan memberikan respons yang lebih keras apabila eskalasi terus berlanjut.
Awal bulan ini, Iran dan Amerika Serikat mencapai kesepahaman 14 poin yang dimediasi Pakistan. Kesepakatan tersebut mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump.
Nota kesepahaman itu mencakup penghentian permusuhan di beberapa front konflik, termasuk Lebanon, pembukaan kembali Selat Hormuz bagi pelayaran internasional, pencabutan blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran, serta pembukaan jendela negosiasi selama 60 hari untuk mencapai kesepakatan damai yang lebih komprehensif dan permanen.
Baca juga: Trump Kecam Serangan Iran di Selat Hormuz, Sebut sebagai Pelanggaran 'Konyol'