Preview Pertandingan Inggris vs RD Kongo: Harry Kane Cs Diunggulkan Lolos 16 Besar

Kapten Timnas Inggris, Harry Kane. Foto: X/@England

Preview Pertandingan Inggris vs RD Kongo: Harry Kane Cs Diunggulkan Lolos 16 Besar

Deny Irwanto • 1 July 2026 11:39

Jakarta: Timnas Inggris datang ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 dengan bekal pengalaman berharga menghadapi tim yang mengandalkan pertahanan rapat. Setelah sempat dibuat frustrasi Ghana pada fase grup, The Three Lions kini diyakini lebih siap saat menghadapi Republik Demokratik (RD) Kongo di Atlanta Stadium, Georgia, Amerika Serikat, pukul 23.00 WIB, Rabu, 1 Juli 2026.

Pengalaman menghadapi Ghana dan Panama menjadi modal penting bagi skuad asuhan Thomas Tuchel. Inggris sempat bermain imbang tanpa gol melawan Ghana yang menerapkan formasi 5-4-1, namun mampu menemukan solusi saat menaklukkan Panama 2-0 yang juga menggunakan lima pemain bertahan.

Kondisi tersebut diperkirakan kembali dihadapi Inggris saat bersua RD Kongo. Tim besutan Sebastien Desabre diprediksi kembali memakai formasi 5-3-2, seperti ketika sukses meredam Portugal dan memberi perlawanan sengit kepada Kolombia pada fase grup.

Baca Juga :

Gulung Swedia 3-0, Prancis Melenggang ke 16 Besar Piala Dunia 2026


Meski demikian, pendekatan permainan RD Kongo berbeda dengan Ghana. Mereka tetap menyisakan dua penyerang, Yoane Wissa dan Cédric Bakambu, sebagai ancaman utama melalui serangan balik cepat.

Thomas Tuchel dinilai telah menemukan formula untuk membongkar pertahanan semacam itu. Saat menghadapi Panama, ia melakukan perubahan pada lini serang dengan memainkan Marcus Rashford, Morgan Rogers, dan Bukayo Saka di belakang Harry Kane. Sementara Jude Bellingham dimainkan lebih dalam bersama Elliot Anderson menggantikan peran ganda di lini tengah.

Pemain Inggris, Nico O'Reilly dan Harry Kane terlihat frustasi setelah gagal mencetak gol melawan Ghana di menit-menit akhir. (Dok. England Football)


Perubahan tersebut justru membuat permainan Inggris lebih hidup. Bellingham bahkan ikut mencetak gol bersama Kane, sementara keseimbangan permainan tetap terjaga.

Kedalaman Skuad Jadi Senjata Inggris


Rotasi pemain yang dilakukan Tuchel menunjukkan kedalaman skuad Inggris yang merata. Pergantian personel tidak menurunkan kualitas permainan, bahkan meningkatkan efektivitas serangan.

Secara kualitas, Inggris juga jauh lebih diunggulkan dibanding RD Kongo. The Three Lions saat ini menempati peringkat keempat dunia versi FIFA, sedangkan RD Kongo berada di posisi ke-41.

Perbedaan kualitas itu juga terlihat dari statistik selama fase grup.

Inggris telah mencetak enam gol dari 58 peluang, dengan 46 di antaranya tercipta di dalam kotak penalti lawan. Sebaliknya RD Kongo hanya menghasilkan empat gol dari 34 peluang, dengan 16 peluang berasal dari area penalti.

Dari sisi pertahanan, Inggris baru kebobolan dua gol dan mencatat dua clean sheet. Sementara RD Kongo selalu kebobolan dalam tiga pertandingan penyisihan grup.

Data tersebut menunjukkan lini tengah dan pertahanan Inggris mampu meredam serangan lawan secara efektif, terutama ketika menghadapi tim yang bermain dengan blok rendah.

Wissa Tetap Jadi Ancaman


Meski lebih diunggulkan, Inggris tetap harus mewaspadai lini depan RD Kongo.

Yoane Wissa menjadi pemain yang paling berbahaya setelah mencetak tiga gol sepanjang fase grup. Kolaborasinya bersama Cédric Bakambu berpotensi merepotkan lini belakang Inggris yang dipimpin Ezri Konsa.

Selain itu, Arthur Masuaku juga menjadi pemain yang patut diwaspadai karena memiliki kemampuan mengirim umpan silang akurat serta aktif membantu transisi serangan.

Namun secara keseluruhan, Inggris masih unggul di hampir semua aspek permainan.

Duet Declan Rice dan Elliot Anderson diprediksi kembali menjadi kunci dominasi lini tengah. Keduanya mampu mengatur tempo pertandingan, memutus alur serangan lawan, sekaligus membangun serangan dari lini kedua.

Dominasi tersebut tercermin dari penguasaan bola lawan Inggris selama fase grup yang hanya berkisar 22 hingga 46 persen.

Selain itu, FIFA juga mencatat Inggris unggul dalam aspek offering to receive, yakni kemampuan pemain membuka ruang untuk menerima bola. Inggris membukukan angka 1.369 dibanding RD Kongo yang hanya mencatat 925.

Jude Bellingham menjadi pemain Inggris dengan kontribusi tertinggi dalam aspek tersebut, memperlihatkan mobilitas tinggi yang menjadi salah satu kekuatan utama The Three Lions.

Dengan kualitas skuad, kedalaman pemain, serta pengalaman menghadapi tim bertahan, Inggris diprediksi mampu mengatasi perlawanan RD Kongo dalam waktu normal.

Apabila mampu lolos, The Three Lions akan menghadapi pemenang pertandingan antara Meksiko dan Ekuador di babak 16 besar.

(Deny Irwanto)