Kadin Jabar Maksimalkan Peluang Investasi dan Ekspor di SIBS 2026

Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Kadin Jabar Maksimalkan Peluang Investasi dan Ekspor di SIBS 2026

Husen Miftahudin • 25 June 2026 11:46

Jakarta: Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Barat (Jabar) mematangkan persiapan menghadapi gelaran Selangor International Business Summit (SIBS) 2026 yang akan berlangsung di Bandung pada 9-10 Juli 2026.

Ajang bisnis internasional tersebut dipandang sebagai momentum strategis untuk memperluas peluang investasi sekaligus memperkuat penetrasi pasar pelaku usaha Jawa Barat ke kawasan ASEAN.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Perekonomian dan Investasi Kadin Jabar Masrura Ram Idjal menilai forum ini menjadi peluang besar bagi pengusaha lokal untuk menjaring investasi dari Malaysia, khususnya Selangor.

Masrura mengatakan Kadin Jabar tengah melakukan kurasi profil terhadap 150 perusahaan asal Jawa Barat yang akan dipertemukan dengan investor dan pembeli (buyer) dari Malaysia.

"Kami diminta mengundang kurang lebih 150 perusahaan dari Jawa Barat yang disesuaikan dengan 12 bidang bisnis yang diincar oleh pihak Selangor. Kami memetakan profil para anggota melalui pengisian data agar saat business matching nanti, pengusaha yang datang benar-benar relevan dengan kebutuhan mereka," ujar Masrura, dikutip dari Antara, Kamis, 25 Juni 2026.

Menurut dia, Selangor membawa peluang investasi yang besar, terutama di 12 sektor unggulan yang dinilai potensial untuk dikembangkan di Jawa Barat.

Masrura menjelaskan Kadin Jabar menaruh perhatian besar pada pengembangan Kawasan Rebana yang diproyeksikan menjadi pusat industri kendaraan listrik nasional. Selain itu, sektor industri kreatif di Bandung juga dipandang memiliki daya saing tinggi, terutama di subsektor gim, film, dan animasi.

"Dalam pengembangan kawasan, Kadin banyak menitikberatkan pada Kawasan Rebana yang dipersiapkan menjadi pusat kendaraan listrik. Selain itu, kami berharap banyak pada industri kreatif, seperti gim, film, dan animasi yang pusatnya ada di Bandung," ujar Masrura.

Delegasi Malaysia juga dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke pusat industri kreatif di Bandung serta meninjau peluang investasi di kawasan industri Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati.
 

Baca juga: Penguatan Daya Saing UMKM, KADIN Jabar Fasilitasi Pembiayaan Pelaku Usaha


(Logo Kadin Indonesia. Foto: dok Kadin)
 

Penguatan investasi produk ekspor


Selain mempertemukan pelaku usaha, SIBS 2026 juga akan menyoroti dua isu utama melalui lokakarya, yakni penguatan investasi produk ekspor dan kesiapan sumber daya manusia (SDM).

Masrura menilai salah satu daya tarik utama Jawa Barat bagi investor adalah biaya tenaga kerja yang kompetitif. Namun, ia menekankan pentingnya transfer teknologi agar tenaga kerja lokal mampu memenuhi standar perusahaan global.

"Tenaga kerja yang kompetitif ini juga harus maksimal ketika kita melakukan transfer teknologi, sehingga mereka mampu memenuhi kriteria dan kualifikasi yang diminta oleh perusahaan internasional," kata Masrura.

Kerja sama antara Jawa Barat dan Selangor dirancang berkelanjutan. Setelah forum di Bandung pada Juli, pelaku usaha Jawa Barat dijadwalkan melanjutkan agenda bisnis ke Malaysia pada Oktober 2026 sebagai fase kedua SIBS. Masrura menyebut agenda tersebut akan difokuskan untuk memperluas pasar ekspor produk Jawa Barat.

"Malaysia, khususnya Selangor, memiliki posisi yang sangat strategis sebagai pintu gerbang dunia. Jika produk Jawa Barat berhasil menembus pasar Malaysia, jalan untuk memasarkan produk ke negara-negara lain di ASEAN dan global akan jauh lebih terbuka," ujar Masrura.

Meski belum menetapkan target nominal investasi karena masih dalam tahap penjajakan, Kadin Jabar menargetkan lahirnya sejumlah nota kesepahaman (MoU) antara pelaku usaha Jawa Barat dan Selangor selama dua hari pelaksanaan SIBS. Kesepakatan tersebut nantinya akan dikawal hingga menjadi Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Masrura mengakui masih ada tantangan domestik yang perlu dibenahi, terutama terkait konsistensi implementasi kebijakan daerah dan kepastian hukum bagi investor. Untuk itu, Kadin Jabar terus berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, serta asosiasi pengusaha seperti Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia untuk memperkuat insentif investasi.

Dalam forum SIBS 2026, Jawa Barat membawa 46 proyek strategis yang tersebar di sembilan hingga 12 sektor unggulan. Beberapa proyek tersebut meliputi sektor kedirgantaraan, perkeretaapian, otomotif, industri kreatif, energi terbarukan, kawasan industri, teknologi, pariwisata kesehatan, agrikultur, infrastruktur air, hingga hilirisasi industri.

Sejumlah proyek strategis itu tersebar di kawasan seperti Kertajati, Patimban, LRT Bandung Raya, kawasan industri Majalengka, hingga proyek waste-to-energy TPPAS Regional Cirebon Raya.

(Husen Miftahudin)