Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara. Foto: Metro TV/Siti Yona.
Kementrans Dorong Lahirnya Ribuan Pusat Ekonomi Baru di Daerah
Husen Miftahudin • 28 June 2026 12:24
Jakarta: Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menyiapkan ribuan pusat pertumbuhan ekonomi baru untuk mendukung pembangunan Indonesia di masa depan melalui program Transmigrasi Patriot.
Program ini dirancang untuk membuka peluang bagi generasi muda berpartisipasi dalam pengembangan kawasan transmigrasi melalui kontribusi ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan pembangunan nasional ke depan tidak bisa hanya bergantung pada pusat pemerintahan maupun pusat ekonomi yang telah mapan.
"Indonesia masa depan tidak akan dibangun hanya dari Jakarta. Indonesia masa depan akan dibangun dari ribuan pusat pertumbuhan baru yang tersebar di seluruh Nusantara," kata Iftitah dikutip dari Antara, Minggu, 28 Juni 2026.
Iftitah mengungkapkan program transmigrasi selama ini telah menghasilkan perkembangan kawasan yang cukup signifikan. Hingga kini, kawasan transmigrasi telah berkembang menjadi 1.567 desa definitif, 466 ibu kota kecamatan, 116 ibu kota kabupaten, dan tiga ibu kota provinsi.
Data tersebut menunjukkan kontribusi transmigrasi dalam memperluas pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia.
Meski demikian, Iftitah menilai tantangan utama yang masih dihadapi bukan hanya ketimpangan ekonomi, tetapi juga ketimpangan kesempatan dalam mengembangkan potensi daerah dan sumber daya manusia (SDM).
"Ketimpangan terbesar yang kita hadapi hari ini bukanlah ketimpangan pendapatan. Ketimpangan terbesar bangsa ini adalah ketimpangan kesempatan," ujar Iftitah.
Melalui program Transmigrasi Patriot, pemerintah berupaya memperluas distribusi talenta, pengetahuan, teknologi, serta akses pembangunan agar lebih merata.
| Baca juga: Kawal Lumbung Pangan Negeri, Kementrans Siapkan Lahan hingga SDM |

(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
Libatkan talenta muda dan perguruan tinggi
Program Transmigrasi Patriot akan menghadirkan talenta muda, peneliti, dosen, inovator, dan agen perubahan ke berbagai kawasan yang tengah berkembang. Iftitah juga mengajak seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk terlibat aktif, salah satunya melalui Tim Ekspedisi Patriot (TEP).
Menurut dia, kolaborasi antara kampus dan pemerintah penting agar hasil riset, inovasi, dan pengembangan talenta dapat diterapkan langsung di masyarakat.
"Ilmu pengetahuan tidak boleh berhenti di kampus, tetapi harus memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat," kata Iftitah.
Iftitah menegaskan paradigma transmigrasi saat ini harus bergeser dari sekadar perpindahan penduduk menjadi perpindahan pengetahuan, teknologi, dan talenta.
Kementerian Transmigrasi ingin menjadikan kawasan transmigrasi sebagai ruang penerapan inovasi sekaligus laboratorium hidup pembangunan nasional.
"Kami ingin menghadirkan ilmu pengetahuan, mendekatkan kampus dengan masyarakat, dan menjadikan kawasan transmigrasi sebagai laboratorium hidup pembangunan Indonesia," tutup Iftitah.