Ilustrasi ledakan. (Unsplash)
Truk Pengangkut Amonium Nitrat Meledak di Tiongkok, Dua Orang Tewas
Willy Haryono • 5 July 2026 21:25
Beijing: Sedikitnya dua orang tewas dan empat lainnya terluka setelah truk pengangkut amonium nitrat meledak akibat tabrakan di sebuah jalan raya nasional di Daerah Otonom Mongolia Dalam, Tiongkok utara, Minggu, 5 Juli 2026.
Mengutip kantor berita Xinhua, ledakan terjadi sekitar pukul 11.27 waktu setempat di ruas Jalan Nasional 331, wilayah Xilingol League.
Pemerintah setempat menyatakan truk yang mengangkut bahan kimia berbahaya bertabrakan dengan kendaraan angkut lainnya. Insiden tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia dan satu orang terluka.
Ledakan yang terjadi setelah tabrakan juga mengakibatkan tiga orang di kendaraan lain mengalami luka-luka. Keempat korban luka telah dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan.
Pemerintah daerah telah membentuk tim investigasi guna menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut.
Video yang beredar di media sosial Tiongkok memperlihatkan sebuah kendaraan terbakar sebelum terjadi ledakan besar yang memunculkan kobaran api dan kepulan asap kuning tebal ke udara.
Video lain menunjukkan sebagian badan jalan hancur, sementara puing-puing kendaraan berserakan di sekitar lokasi.
Saksi mata yang merekam kejadian mengatakan gelombang kejut akibat ledakan memecahkan kaca sejumlah kendaraan di sekitar lokasi. Media lokal New Yellow River melaporkan ruas jalan tersebut tidak dapat dilalui setelah kejadian, mengutip keterangan otoritas transportasi setempat.
Amonium nitrat merupakan bahan kimia berbahaya yang umum digunakan dalam industri pupuk dan berbagai keperluan industri lainnya.
Bahan kimia tersebut pernah menjadi penyebab sejumlah ledakan besar di dunia, termasuk ledakan di Pelabuhan Tianjin, Tiongkok, pada 2015 yang menewaskan 173 orang, serta ledakan di Pelabuhan Beirut, Lebanon, pada 2020 yang menewaskan sedikitnya 191 orang akibat penyimpanan amonium nitrat yang tidak aman.
Baca juga: Ledakan Tambang Batu Bara di Tiongkok Tewaskan 8 Orang, 38 Masih Terjebak