Ilustrasi - Kekeringan. ANTARA/Raisan Al Farisi/dok
11 Kecamatan di Boyolali Rawan Kekeringan
Triawati Prihatsari • 6 July 2026 18:14
Boyolali: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali mencatat sebanyak 11 kecamatan rawan kekeringan. Terkait itu, BPBD Boyolali menyiapkan 1,25 juta liter air bersih sebagai langkah antisipasi kondisi tersebut.
"Kami menyiapkan sekitar 1,25 juta liter untuk antisipasi itu. Untuk masyarakat membutuhkan dropping air. Pada prinsipnya kami selalu siap untuk melakukan penanganan bencana kekeringan karena sudah rutin setiap tahun," ungkap Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Boyolali, Ari Wahyu Prabowo, di Boyolali, Senin, 6 Juli 2026.
Sebanyak 11 kecamatan di Boyolali yang rawan kekeringan yakni Kemusu, Wonosegoro, Juwangi, Wonosamudro, Andong, Tamansari, Musuk, Selo, Cepogo, Gladaksari, dan Ampel. Wilayah rawan kekeringan tersebut berada di kawasan utara dan barat Boyolali.
Kendati demikian, ia menegaskan tingkat kekeringan yang terjadi setiap tahun tidak selalu sama. Tingkat kekeringan tergantung pada perkembangan musim, curah hujan, serta kondisi sumber-sumber air di masing-masing wilayah.
"BPBD terus melakukan pemantauan bersama pemerintah kecamatan, desa, BMKG, dan instansi teknis terkait," imbuh Ari.
.jpg)
Seorang petani menabur pupuk urea pada tanaman padi yang mengalami kekeringan. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/agr
Di sisi lain, Ari mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Kewaspadaan tersebut dilakukan bersamaan dengan upaya antisipasi daerah kekeringan.
"Ada delapan kecamatan di Boyolali rawan karhutla. Di antaranya Juwangi, Kemusu, Wonosegoro, Wonosamodro, Gladaksari, Selo, Musuk dan Tamansari," ujar Ari.