Macron Akan Kunjungi Suriah, Jadi Pemimpin Barat Pertama usai Tumbangnya Assad

Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Anadolu Agency)

Macron Akan Kunjungi Suriah, Jadi Pemimpin Barat Pertama usai Tumbangnya Assad

Willy Haryono • 6 July 2026 13:03

Damaskus: Presiden Prancis Emmanuel Macron dilaporkan akan melakukan kunjungan resmi ke Suriah dalam waktu dekat.

Jika terealisasi, Macron akan menjadi pemimpin negara Barat pertama yang mengunjungi Suriah sejak jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad pada 2024.

Kantor berita resmi Suriah, SANA, melaporkan rencana tersebut pada Minggu kemarin dengan mengutip pernyataan dari kantor Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa. Namun hingga kini, belum ada kepastian mengenai tanggal kunjungan tersebut.

Dikutip dari NBC News, Senin, 6 Juli 2026, Istana Kepresidenan Prancis juga belum memberikan komentar ataupun konfirmasi terkait laporan tersebut.

Sebelumnya, Macron menerima Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa di Paris pada Mei 2025. Dalam pertemuan itu, Macron berjanji mendorong Uni Eropa dan Amerika Serikat untuk mencabut sanksi ekonomi terhadap Suriah. Sebagian besar sanksi tersebut kini telah dicabut.

Macron dijadwalkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara, Türkiye, pada Selasa dan Rabu pekan ini.

Menurut SANA, Macron nantinya akan didampingi rombongan investor dan perwakilan sejumlah perusahaan besar asal Prancis dalam kunjungannya ke Damaskus.

Suriah masih menghadapi tantangan besar dalam proses pemulihan pascaperang yang berlangsung selama 14 tahun.

Konflik tersebut menewaskan hampir setengah juta orang, memaksa jutaan warga mengungsi, serta menghancurkan sebagian besar infrastruktur negara.

Meski sejumlah negara dan perusahaan internasional telah menyatakan minat untuk berinvestasi, Suriah diperkirakan masih membutuhkan dana hingga ratusan miliar dolar AS untuk membangun kembali infrastruktur dan memulihkan perekonomiannya. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Pertama dalam Sejarah, Suriah Kirim Tim SAR Internasional ke Venezuela

(Willy Haryono)