Kolaborasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN Konservasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kepulauan Raja Ampat. Foto: Dok istimewa
Upaya BUMN Dorong Pemberdayaan Masyarakat di Raja Ampat
Eko Nordiansyah • 29 April 2026 15:40
Raja Ampat: Peruri mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui partisipasi aktif dalam Program Kolaborasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN Konservasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kepulauan Raja Ampat.
Head of Corporate Secretary PERURI, Adi Sunardi menyampaikan, partisipasi PERURI dalam Program Kolaborasi TJSL BUMN di Raja Ampat merupakan wujud nyata komitmen kami dalam menghadirkan program keberlanjutan yang berdampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan.
“Kami meyakini bahwa TJSL tidak hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang menciptakan nilai jangka panjang melalui pemberdayaan sosial, peningkatan kualitas hidup dan pelestarian ekosistem,” kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu, 29 April 2026.
Pelaksanaan program difokuskan di Kampung Mutus dan Kampung Manyaifun, Kabupaten Raja Ampat, dengan pendekatan yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Di Kampung Mutus, program diarahkan pada penguatan ekosistem lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Pada aspek lingkungan, dilakukan penanaman 2.000 bibit mangrove serta rehabilitasi terumbu karang melalui penanaman 650 fragmen karang dengan cakupan area sekitar 225 meter persegi. Kegiatan ini turut melibatkan masyarakat dan pelajar melalui edukasi lingkungan guna membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya konservasi alam.
.jpg)
(Di Kampung Manyaifun, fokus program diarahkan pada penguatan infrastruktur dasar dan peningkatan layanan sosial masyarakat. Foto: Dok istimewa)
Pemberdayaan ekonomi masyarakat
Pada aspek pemberdayaan ekonomi, dilakukan penguatan kapasitas kelompok konservasi melalui pelatihan dan sertifikasi selam, serta pendampingan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) kepada delapan anggota yang berhasil mendorong peningkatan kapasitas pengelolaan dan kenaikan pendapatan hingga sekitar 87,5 persen.Program ini juga menghadirkan akses listrik bagi 119 rumah yang menjangkau sekitar 500 penerima manfaat. Pada sektor pendidikan, dukungan diberikan dilakukan di SD YPK Effata Mutus melalui renovasi fasilitas belajar dan penyediaan akses internet, serta di SMPN 11 Raja Ampat melalui dukungan sarana pendidikan berupa komputer, panel surya, dan buku pembelajaran.
Sementara itu, di Kampung Manyaifun, fokus program diarahkan pada penguatan infrastruktur dasar dan peningkatan layanan sosial masyarakat. Program menghadirkan akses listrik bagi 59 rumah yang menjangkau 117 penerima manfaat, termasuk fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, dan layanan kesehatan.
Pada sektor pendidikan, dilakukan renovasi tiga gedung sekolah di SD YPK Imanuel Manyaifun melalui perbaikan ruang kelas dan fasilitas pendukung termasuk akses internet, yang memberikan manfaat langsung bagi siswa dan tenaga pengajar. Selain itu, renovasi fasilitas ibadah juga dilakukan untuk mendukung aktivitas sosial dan spiritual masyarakat bagi lebih dari 150 warga setempat.
Libatkan 15 BUMN
Sebanyak 15 BUMN terlibat dalam program ini, antara lain PERURI, PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Pegadaian (Persero), PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero), Indonesia Financial Group (IFG), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), AirNav Indonesia, PT Taspen (Persero), PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero), PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, dan Perum Damri.
Program ini menjadi wujud nyata kontribusi BUMN dalam mendukung pembangunan sosial yang inklusif, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat berbasis keberlanjutan. Melalui kolaborasi lintas BUMN, program sosial dilaksanakan secara lebih terintegrasi, terukur, dan berdampak jangka panjang bagi masyarakat setempat.
Direktur Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Pengelola Investasi BUMN Edi Eko Cahyono menegaskan, kolaborasi antar-BUMN menjadi langkah strategis untuk memperkuat efektivitas program TJSL agar mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kolaborasi antar-BUMN ini kami dorong untuk menghadirkan program TJSL yang lebih terintegrasi, terukur, dan berkelanjutan. Ke depan, penguatan monitoring dan evaluasi akan terus dilakukan agar program semakin efektif dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan,” ujar Edi.