Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jemaat Sagerat Bitung Barat, Girian Atas, Kecamatan Girian, Jumat, 1 Mei 2026. Dokumentasi/ istimewa.
Perbaikan Gizi Jadi Gerakan Bersama, Menuju Indonesia Emas 2045
Deny Irwanto • 4 May 2026 18:57
Bitung: Upaya membangun generasi yang sehat dan berdaya saing terus digaungkan melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat. Di Kota Bitung, Sulawesi Utara, semangat tersebut terasa dalam sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jemaat Sagerat Bitung Barat, Girian Atas, Kecamatan Girian, Jumat, 1 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang bertemunya pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kesadaran bersama bahwa perbaikan gizi bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan gerakan kolektif demi masa depan bangsa.
Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat sejak dini.
"Kualitas sumber daya manusia Indonesia sangat ditentukan oleh bagaimana kita menjaga dan memperbaiki status gizi masyarakat sejak usia dini. Hal tersebut butuh kerjasama antara pelaksanan program dengan orang tua di rumah," kata Felly dalam keterangan pers, dikutip, Senin, 4 Mei 2026.
Di balik semangat tersebut, masih terdapat tantangan nyata yang harus dihadapi bersama. Persoalan stunting, wasting, hingga anemia masih banyak ditemukan, terutama pada ibu hamil dan anak-anak. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa upaya perbaikan gizi harus dilakukan secara berkelanjutan dan menyeluruh.

Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jemaat Sagerat Bitung Barat, Girian Atas, Kecamatan Girian, Jumat, 1 Mei 2026. Dokumentasi/ istimewa.
Felly menekankan keberhasilan Program MBG tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, hingga keluarga sebagai unit terdekat dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih jauh, DPR RI disebut akan terus mendorong kebijakan yang berpihak pada peningkatan gizi masyarakat melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan agar program berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata.
"Mari jadikan upaya perbaikan gizi sebagai gerakan nasional yang berkelanjutan demi masa depan Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan sejahtera," jelasnya.
Sosialisasi ini tidak hanya menjadi ajang penyampaian program, tetapi juga ruang membangun harapan. Harapan bahwa setiap anak Indonesia dapat tumbuh dengan gizi yang cukup, setiap keluarga memiliki pemahaman yang baik tentang kesehatan, dan setiap langkah kecil hari ini menjadi fondasi menuju Indonesia Emas 2045.