Provinsi Banten Terpilih Jadi Pilot Project Program Kedaulatan Pangan dan Energi Nasional

Peluncuran Program bersama Kemendes PDT, JARSANAS, PT Palma Pertiwi Makmur, dan Gubernur Banten; Andra Soni. Dok Pimpinan Pemerintah Provinsi Banten

Provinsi Banten Terpilih Jadi Pilot Project Program Kedaulatan Pangan dan Energi Nasional

Whisnu Mardiansyah • 24 July 2026 22:08

Serang: Krisis pangan dan energi menjadi ancaman serius yang dihadapi dunia saat ini. Ketahanan di kedua sektor tersebut menjadi faktor krusial bagi kelangsungan hidup bangsa.

Berangkat dari pemikiran itu, PT Palma Pertiwi Makmur berkolaborasi dengan Jaringan BUMDes Nasional (Jarsanas) dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) meresmikan Program Nasional Kedaulatan Pangan dan Energi.

Program ini bertujuan membangun Indonesia yang tangguh, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan ketahanan pangan dan energi. Sebagai langkah perdana, program ini menjadi wujud dukungan terhadap Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto untuk membangun ekonomi nasional dari desa melalui Program Pendampingan dan Pengembangan Ekonomi Desa Berbasis BUMDes dengan skema KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha).

"Provinsi Banten terpilih sebagai lokasi proyek percontohan nasional untuk 38 provinsi karena memiliki potensi ekonomi desa yang besar dari sektor pangan, energi, pariwisata, kelautan, dan agroindustri. Banten juga didukung dengan seratus desa terpilih dengan desa unggulan serta kesiapan ekosistem BUMDes," ujar Sekjen Forum BUMDes sekaligus Direktur Jarsanas, Christian Kent, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 24 Juli 2026.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Banten, Andra Soni, menambahkan kolaborasi ini harus terus diarahkan pada peningkatan produktivitas dan pengembangan hilirisasi produk unggulan desa, pemberdayaan UMKM, penguatan koperasi desa dan BUMDes.

Serta pembangunan infrastruktur yang mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat. Pada akhirnya, kemajuan desa akan menjadi fondasi utama kemajuan daerah.


"Semoga ini bisa mempercepat indeks pembangunan," ujar Andra Soni.
 


Rencana Program Kedaulatan Pangan dan Energi Nasional di Banten mencakup pembangunan 100 unit Pertashop, 100 unit Rice Milling, dan 100 unit Desa Ekspor Sabut Kelapa.

Dengan total 300 unit usaha di Provinsi Banten, program ini diperkirakan menciptakan lebih dari 1.000 lapangan kerja baru, memperkuat rantai pasok pangan dan energi, serta meningkatkan devisa melalui ekspor produk desa.

"Rencana kerja BUMDes dalam sektor kedaulatan pangan dan energi lengkap dengan finansialnya, teknologinya, juga joint concept dengan akademisi dari universitas-universitas. PT Palma Pertiwi Makmur sebagai KPBU unsolicited melaksanakan program kedepannya secara nasional," ujar Direktur Utama PT Palma Pertiwi Makmur Mardianto.



Ilustrasi, BBM Biosolar/Biodiesel di SPBU. Foto: Pertamina.


Untuk infrastruktur energi, PT Palma Pertiwi Makmur berkolaborasi dengan Koperasi Nasional Pertamina Bersatu 139. "Kedepannya, kami akan membangun seratus Pertashop di setiap provinsi untuk masyarakat desa dan nelayan sebagai rantai pasok distribusi BBM yang berkualitas," kata Ketua Pengurus Koperasi Nasional Pertamina Bersatu 139 Nur Hermawan.

PT Palma Pertiwi Makmur adalah perusahaan KPBU unsolicited nasional di bidang kedaulatan pangan dan energi. Melalui kolaborasi lintas sektor, perusahaan ini menjadi jembatan antara sumber daya alam Indonesia dengan kekuatan industri. PT PPM berperan sebagai avalis, off taker, dan integrator.

Sementara itu, Koperasi Nasional Pertamina Bersatu 139 merupakan koperasi yang beranggotakan para pekerja Pertamina. Perannya kini semakin meluas sebagai wadah ekonomi dan aktif dalam kerja sama strategis mendukung program pemerintah.

(Whisnu M)