Kolombia Layangkan Protes atas Penghinaan Trump terhadap Presiden Petro

Presiden Kolombia Gustavo Petro. (Anadolu Agency)

Kolombia Layangkan Protes atas Penghinaan Trump terhadap Presiden Petro

Muhammad Reyhansyah • 7 January 2026 15:27

Bogota: Kolombia menyatakan telah melayangkan surat protes diplomatik kepada Amerika Serikat (AS) setelah Presiden Donald Trump melontarkan tuduhan bahwa Presiden Gustavo Petro terlibat dalam perdagangan narkoba.

Menteri Luar Negeri Kolombia Rosa Villavicencio mengatakan pada Selasa, 6 Januari bahwa pemerintah akan menyampaikan nota diplomatik kepada kuasa usaha Amerika Serikat di Bogota, John McNamara, untuk menolak apa yang disebutnya sebagai “penghinaan dan ancaman” terhadap kepala negara Kolombia.

Villavicencio menegaskan Petro merupakan presiden yang dipilih secara demokratis, seraya menyebut bahwa serangan terhadap presiden sama artinya dengan merendahkan negara dan proses demokrasi Kolombia.

“Penghinaan terhadap presiden adalah penghinaan terhadap negara kami dan bentuk ketidakpedulian terhadap seluruh proses demokrasi yang telah kami jalani,” kata Villavicencio dalam konferensi pers, dikutip dari Anadolu, Rabu, 7 Januari 2026.

Pernyataan tersebut menyusul komentar Trump yang secara terbuka menuduh Presiden Petro sebagai pengedar narkoba dan mengisyaratkan kemungkinan operasi terhadap Kolombia.

Berbicara kepada wartawan di atas pesawat Air Force One, Trump mengatakan bahwa operasi potensial terhadap Kolombia “terdengar bagus bagi saya.”

Ia menyebut Kolombia sebagai negara yang “sangat sakit” dan dipimpin oleh “orang sakit,” serta menuding, tanpa bukti, bahwa Petro terlibat dalam produksi dan penjualan kokain ke Amerika Serikat.

Trump juga mengatakan bahwa Petro “tidak akan melakukan itu dalam waktu lama,” tanpa menjelaskan lebih lanjut maksud pernyataannya.

Presiden Gustavo Petro telah membantah keras tuduhan tersebut, menegaskan bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam aktivitas perdagangan narkoba.

Baca juga:  Usai Venezuela, Trump Buka Opsi Operasi Militer ke Kolombia

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)