Berhasil Capai Swasembada, Indonesia Siap Ekspor Beras dan Jagung Tahun Ini

Ilustrasi ekspor beras. Foto: MI/Usman Iskandar.

Berhasil Capai Swasembada, Indonesia Siap Ekspor Beras dan Jagung Tahun Ini

Husen Miftahudin • 11 January 2026 19:22

Jakarta: Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, kesiapan pihaknya mengekspor beras dan jagung pada tahun ini seiring terwujudnya swasembada dua komoditas pangan strategis tersebut.

Rizal menyatakan Bulog secara operasional siap melakukan ekspor, dengan langkah awal menunggu informasi peluang dan kebutuhan negara tujuan melalui koordinasi resmi antar pemerintah.

"Kami siap dalam arti tinggal kami melihat potensi negara mana yang akan kita ekspor tersebut," kata Rizal dikonfirmasi di Jakarta, dikutip dari Antara, Minggu, 11 Januari 2025.

Rizal mengaku jika pihaknya terus melakukan koordinasi mengenai rencana ekspor. Koordinasi dilakukan secara ketat bersama Kementerian Perdagangan sebagai institusi yang memiliki kewenangan komunikasi dagang antarnegara.

Bulog memprioritaskan peluang ekspor ke negara-negara tetangga serta negara yang benar-benar membutuhkan pasokan pangan, termasuk wilayah yang terdampak konflik dan krisis kemanusiaan.
 

Baca juga: Stok Beras 3,35 Juta Ton, Aman hingga Lebaran


(Ilustrasi gudang beras. Foto: dok Perum Bulog)
 

Fokus perkuat penyerapan dalam negeri 


Seiring rencana ekspor, Bulog tetap memfokuskan penguatan penyerapan dalam negeri dengan target pengadaan cadangan beras pemerintah sebesar empat juta ton sepanjang 2026.

Pada semester pertama, Bulog menargetkan penyerapan beras minimal tiga juta ton, memanfaatkan momentum puncak panen nasional yang secara historis terjadi pada periode tersebut.

Rizal optimistis target penyerapan semester pertama dapat tercapai di atas tiga juta ton, sepanjang panen berjalan lancar tanpa gangguan cuaca ekstrem atau faktor penghambat lainnya.

Sisa target penyerapan sekitar satu juta ton direncanakan pada semester kedua, sehingga keseimbangan antara kebutuhan domestik dan rencana ekspor tetap terjaga.

Sesuai arahan Menteri Pertanian, Bulog menyiapkan alokasi ekspor sekitar satu juta ton, sementara mayoritas produksi tetap difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.

Adapun saat ini Bulog mengelola 3,25 juta ton stok cadangan beras pemerintah hingga awal Januari 2026. Beras itu merupakan peralihan dari sisa stok pada 2025.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)