Kantor RANS Entertainment di BSD. Foto: Instagram/@raffinagita1717.
Usai IPO, RANS Siapkan Rp161,5 Miliar untuk Ekspansi Bisnis Konser
Ade Hapsari Lestarini • 10 July 2026 19:29
Jakarta: PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) akan memanfaatkan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp161,5 miliar untuk menyelenggarakan hingga 16 konser secara bertahap pada semester II-2026 hingga 2028.
Jumlah tersebut setara dengan 37,61 persen dari total dana IPO, menjadikannya alokasi terbesar dari keseluruhan dana yang dihimpun. Sebagaimana tercantum dalam prospektus, berbagai gelaran konser tersebut rencananya menghadirkan artis lokal maupun internasional yang dapat diselenggarakan di dalam negeri maupun luar negeri.
"Sesuai prospektus, memang kita akan menjalankan beberapa konser di tahun ini dan tiga tahun ke depan. Jadi memang kita akan melakukan sesuai prospektus," kata Direktur Utama RANS Nagita Slavina, dilansir Antara, Jumat, 10 Juli 2026.
Meski demikian, Nagita mengatakan perseroan tetap terbuka terhadap peluang di luar rencana yang telah ditetapkan dalam prospektus, setelah mempertimbangkan kondisi arus kas dan berbagai faktor lainnya sepanjang dapat memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham. Menurut dia, RANS juga tidak hanya ingin menyelenggarakan konser yang bersifat satu kali, tetapi membangun event yang berkelanjutan.
"Yang kita harapkan adalah membangun event yang bisa berkelanjutan. Seperti Coachella. Tapi apapun itu, memang kita ingin bikin sesuatu yang bisa berkelanjutan sehingga itu akan bisa memberikan nilai tambah terhadap perusahaan dan akan lebih sustain ke depannya," jelas Nagita.

Nagita Slavina. Foto: dok YouTube/Indonesia Stock Exchange.
Penyelenggaraan konser akan terus dikembangkan
Sementara itu, Komisaris Utama RANS Darwin Cyril Noerhadi menambahkan, penyelenggaraan konser akan terus dikembangkan dengan menghadirkan artis lokal maupun internasional.
Menurut Cyrill, pengalaman Raffi Ahmad dan Nagita Slavina di industri hiburan menjadi modal penting termasuk dalam menentukan segmentasi pasar hingga strategi penyelenggaraan konser di berbagai daerah. Ia mengatakan keberhasilan bisnis konser tidak hanya ditentukan oleh pengisi acara, tetapi juga kemampuan perseroan mengelola seluruh proses penyelenggaraan dari awal hingga akhir.
Perseroan juga akan terus mengevaluasi setiap penyelenggaraan seiring cepatnya perkembangan media sosial dan respons masyarakat.
"Tiga tahun ke depan, dana yang akan digunakan itu adalah untuk berbagai pentas. Katakanlah kalau satu pentas itu memberikan profitability yang baik, ada bisa 15-16 pentas, itu juga akan memberikan profitability yang besar," kata Cyril.
Selain untuk penyelenggaraan konser, RANS mengalokasikan 19,80 persen dana IPO atau sekitar Rp85 miliar untuk mengakuisisi 51 persen saham PT Rans Kosmetika Indonesia (Slavina) dari Andy Lesmana.
Menanggapi pertanyaan mengenai potensi transaksi afiliasi, Direktur Trimegah Sekuritas Indonesia David Agus menegaskan akuisisi tersebut dilakukan dengan pihak ketiga sehingga bukan merupakan transaksi afiliasi.
"Walaupun itu kelihatannya brand-nya brand milik Ibu Gigi (Nagita Slavina), tapi transaksi yang dilakukan itu adalah dengan pihak ketiga. Jadi saham yang akan dibeli oleh RANS Tbk itu saat ini dimiliki oleh pihak ketiga dan ingin dibeli justru untuk dijadikan miliknya RANS," kata David.
Hal tersebut juga tercantum dalam prospektus perseroan yang menyebutkan pengambilalihan saham Slavina dilakukan atas saham milik Andy Lesmana, yang bukan merupakan pihak terafiliasi baik dengan emiten maupun para pemegang saham dan pengurus emiten.
Selanjutnya, sebesar 18,64 persen dana IPO atau sekitar Rp80 miliar akan digunakan untuk mengembangkan wahana bermain dan belajar Cipungland. Berdasarkan prospektus, Cipungland akan dikembangkan di sembilan kota, yakni Bogor, Karawang, Bandung, Cirebon, Depok, Tangerang, Tasikmalaya, Purwokerto, dan Bekasi.
Sementara itu, sebesar 8,15 persen dana IPO atau sekitar Rp35 miliar akan digunakan oleh RANS untuk membentuk entitas usaha baru bersama PT Feedloop Global Teknologi yang berfokus pada pengembangan teknologi berbasis AI. Berdasarkan prospektus, pembentukan entitas baru tersebut akan dilakukan pada semester II-2026.