Iran Adukan AS ke PBB atas Dugaan Pelanggaran MoU Islamabad

Bendera Amerika Serikat dan Iran. (Anadolu Agency)

Iran Adukan AS ke PBB atas Dugaan Pelanggaran MoU Islamabad

Willy Haryono • 15 July 2026 12:03

New York: Pemerintah Iran melayangkan surat resmi kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berisi tudingan bahwa Amerika Serikat telah melanggar Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang bertujuan mengakhiri konflik antara kedua negara, sekaligus menuduh Washington melakukan kejahatan perang.

Kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan bahwa surat tersebut dikirim oleh Perwakilan Tetap Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Ketua Dewan Keamanan PBB.

"Hampir segera setelah penandatanganan memorandum tersebut, dan terus berlanjut hingga hari ini, Amerika Serikat tidak hanya gagal memenuhi komitmennya tetapi juga secara aktif dan sistematis merusak fondasi dasar dari memorandum tersebut," tulis Iravani dalam surat tersebut, seperti dikutip Anadolu pada Rabu, 15 Juli 2026.

Menurut Iran, Washington telah melakukan sejumlah tindakan yang dinilai bertentangan dengan isi kesepakatan yang dimediasi Pakistan tersebut.

Teheran menuduh Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan militer baru ke wilayah Iran, mencabut izin penjualan minyak Iran, membangun jalur maritim alternatif di Selat Hormuz, serta terus mendukung operasi militer Israel di Lebanon.

"Tindakan yang disengaja, diperhitungkan, dan berkelanjutan ini merupakan ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan internasional serta semakin menunjukkan pengabaian total Amerika Serikat terhadap kewajiban hukum internasionalnya," lanjut surat tersebut.

Iravani mengatakan pemerintah Iran telah menyampaikan seluruh dugaan pelanggaran tersebut kepada negara-negara mediator, namun Washington disebut tetap melanjutkan tindakan yang oleh Teheran dianggap melanggar hukum internasional.

Ia juga menegaskan bahwa konflik yang dimulai sejak 28 Februari lalu merupakan bentuk agresi tanpa provokasi yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Menurut Iran, tindakan tersebut melanggar Piagam PBB dan telah mencakup berbagai bentuk kejahatan perang serta kejahatan terhadap kemanusiaan.

Karena itu, Teheran mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil langkah yang efektif dan tegas guna menghentikan apa yang disebutnya sebagai tindakan melawan hukum yang terus dilakukan Amerika Serikat terhadap Iran.

Ketegangan antara Washington dan Teheran terus meningkat dalam beberapa hari terakhir, terutama di sekitar Selat Hormuz, meskipun kedua negara sebelumnya telah menyepakati MoU Islamabad yang dimediasi Pakistan sebagai langkah awal menuju penghentian konflik dan tercapainya perjanjian damai jangka panjang. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Iran Tuduh AS Jadi Sebab Memanasnya Selat Hormuz

(Willy Haryono)