Status Siaga, Gunung Semeru Erupsi 6 Kali Sejak Jumat Pagi

Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan sekitar 1,3 km di atas puncak pada Jumat (10/7/2026) pagi. ANTARA/HO-PVMBG

Status Siaga, Gunung Semeru Erupsi 6 Kali Sejak Jumat Pagi

Lukman Diah Sari • 10 July 2026 14:11

Lumajang: Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami enam kali erupsi dengan tinggi letusan hingga 1,3 kilometer (km) di atas puncak pada Jumat, 10 Juli 2026. Erupsi pertama tercatat terjadi pada pukul 06.29 WIB.

Tinggi kolom letusan pada letusan pagi itu teramati sekitar 1,1 km di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter (mm) dan durasi 165 detik.

"Erupsi kedua terjadi pada pukul 07.39 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1,3 km di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara dan timur laut," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto, melansir Antara, Jumat, 10 Juli 2026.

Kemudian, Semeru kembali erupsi pada pukul 08.57 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 1,2 km di atas puncak. Kolom abu terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut.

Erupsi keempat menyusul pada pukul 09.29 WIB, diikuti letusan kelima pada pukul 09.54 WIB. Kedua erupsi ini memiliki tinggi kolom sekitar 500 meter di atas puncak.

"Pada pukul 10.02 WIB, tinggi kolom letusan (erupsi keenam) teramati sekitar 800 meter di atas puncak, dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan," jelas Liswanto.

Liswanto menjelaskan, saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berstatus Level III (Siaga). Pihaknya merekomendasikan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Gunung Semeru erupsi disertai luncuran awan panas guguran sejauh 4 km pada Jumat pagi, 19 Juni 2026. ANTARA/HO-PVMBG

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Larangan ini diberlakukan karena adanya potensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," terangnya.

Terakhir, ia mengimbau masyarakat untuk selalu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Kewaspadaan harus difokuskan di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

(Lukman Diah Sari)