Ketua Komisi Pelayanan Pemuda Sinode GMIM Rio Dondokambey menjelaskan PKPG GMIM 2026 sebagai ruang pembinaan karakter bagi generasi muda. (Foto: Dok. Metro TV)
Rio Dondokambey: PKPG GMIM Jadi Ruang Pembinaan Karakter dan Literasi Digital bagi Generasi Muda
Duta Erlangga • 10 July 2026 15:08
Jakarta: Perkemahan Karya Pemuda Gereja (PKPG) GMIM telah rampung digelar. Selama lima hari berlangsung, acara ini dipadati puluhan ribu pemuda yang tidak hanya sekadar berkumpul, tetapi juga mendapat pembinaan karakter yang disesuaikan dengan tantangan zaman.
PKPG GMIM 2026 digelar di Bumi Perkemahan Senayan pada 29 Juni hingga 3 Juli 2026. Acara tersebut dikunjungi puluhan ribu pemuda dari berbagai wilayah pelayanan GMIM.
Ketua Komisi Pelayanan Pemuda Sinode GMIM Rio Dondokambey mengapresiasi penyelenggaraan PKPG yang telah berlangsung dengan baik. Ia pun memastikan setiap penyelenggaraan PKPG dirancang untuk menghimpun sebanyak mungkin anggota pemuda GMIM agar memperoleh pembinaan yang relevan dengan kondisi saat ini.
"Setiap tahunnya kami melaksanakan kegiatan perkemahan ini dengan harapan dapat mengumpulkan sebanyak mungkin anggota pemuda gereja untuk diberikan materi yang sesuai dengan situasi dan kondisi saat itu. Materinya tetap berlandaskan kepemimpinan, integritas, persaudaraan, dan toleransi, namun belakangan kami juga banyak membahas isu mental health serta berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan Generasi Z," ujar Rio.

Rio Dondokambey menyampaikan pesan kepada peserta PKPG GMIM 2026 yang diikuti puluhan ribu pemuda dari berbagai wilayah pelayanan GMIM. (Foto: Dok. Metro TV)
Selain pembinaan kerohanian, PKPG GMIM juga menghadirkan seminar, literasi digital, pentas seni, hingga berbagai perlombaan yang mendorong kreativitas peserta.
Rio menjelaskan, literasi digital menjadi salah satu materi penting mengingat kehidupan masyarakat saat ini tidak terlepas dari media sosial dan internet.
"Kami membekali pemuda gereja dengan literasi digital agar tidak mudah termakan hoaks maupun informasi yang belum jelas kebenarannya, sehingga mereka dapat menggunakan media sosial secara lebih bijak," katanya.
Baca Juga:
Rio Dondokambey: Paskah & 100 Tahun GMIM Dirayakan dengan Sukacita dan Kasih |
Ia menambahkan, pembahasan mengenai kesehatan mental juga diberikan agar generasi muda memahami persoalan tersebut secara tepat.
"Kami melihat isu mental health banyak diperbincangkan oleh Generasi Z. Karena itu, kami ingin memberikan pemahaman mengenai persoalan kesehatan mental yang benar-benar substansial, sekaligus membedakannya dengan fenomena seperti fear of missing out (FOMO), sehingga pemuda memiliki pemahaman yang tepat," ungkapnya.
Semangat kebersamaan juga terlihat dalam berbagai ajang kreativitas selama perkemahan. Sebanyak 17 jemaat mengikuti lomba dekorasi tenda kategori Seri A dan 43 jemaat pada kategori Seri B dengan menampilkan berbagai konsep yang mengangkat nilai kekompakan, budaya lokal, serta inovasi.

Salah satu dekorasi tenda karya peserta dalam PKPG Sinode GMIM 2026 yang mengangkat nilai kreativitas, budaya, dan kebersamaan. (Foto: Dok. Metro TV)
PKPG Sinode GMIM 2026 ditutup melalui ibadah yang dipimpin Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM Bidang Pembinaan dan Penggembalaan, Pendeta Janny Rende. Dalam khotbahnya, ia menegaskan perkemahan merupakan tempat pengutusan bagi pemuda untuk menjadi obor pembangunan melalui pelayanan dan karya nyata di tengah gereja maupun masyarakat.
Rio berharap PKPG dapat terus melahirkan kader-kader muda yang memiliki integritas serta mampu berkontribusi di berbagai bidang.
"Harapan kami, Pemuda GMIM tetap eksis dalam menjalankan kegiatan serta tetap berpegang pada tujuan organisasi. Yang paling utama, Pemuda GMIM jangan berhenti menciptakan kader-kader untuk ditempatkan di berbagai lingkungan, dengan tetap menjunjung integritas dan toleransi yang selama ini kami jalankan," tuturnya.
Rangkaian PKPG Sinode GMIM 2026 ditutup dengan pemukulan tetengkoren. Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Berakhirnya perkemahan menjadi awal bagi puluhan ribu pemuda GMIM untuk kembali melayani dan berkarya di tengah gereja maupun masyarakat.