Penembakan di Puncak Papua, Gubernur Siapkan Tim Darurat Tangani Korban

Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa bersama Wakil Gubernur Deinas Geley dan Danrem173/Praja Vira Braja (PVB) Brigjen TNI Vivin Alivianto saat ditemui awak media di Bandara Nabire, Jumat (17/4/2026). ANTARA/Ali Nur Ichsan

Penembakan di Puncak Papua, Gubernur Siapkan Tim Darurat Tangani Korban

Lukman Diah Sari • 17 April 2026 18:57

Nabire: Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menyiapkan tim terpadu tanggap darurat untuk menangani dan mendata warga sipil yang jadi korban penembakan di Kabupaten Puncak. Langkah tersebut sebagai upaya percepatan penanganan kemanusiaan di wilayah tersebut.

“Dalam satu dua hari ini kita bentuk tim terpadu tanggap darurat bersama dari Pemkab Puncak dan Puncak Jaya untuk menangani korban,” ujar Meki saat ditemui di Bandara Nabire usai mengunjungi para korban penembakan, Jumat, 17 April 2026, melansir Antara.

Ia menjelaskan, akibat akibat konflik bersenjata antara aparat keamanan dengan OPM telah menimbulkan adanya korban sipil di Kabupaten Puncak yang berbatasan dengan Kabupaten Puncak Jaya. Pemerintah provinsi saat ini telah melakukan pendataan korban secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Palang Merah Indonesia (PMI), untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan.

Dukungan logistik juga turut disiapkan untuk membantu masyarakat terdampak, termasuk penambahan tenda darurat bagi pengungsi yang masih terbatas. Selain membentuk tim darurat, Pemprov Papua Tengah juga memastikan penanganan medis bagi korban menjadi prioritas utama, termasuk pembiayaan pengobatan hingga sembuh.

“Kami sudah mengunjungi langsung korban, termasuk empat anak-anak yang terkena peluru. Pemprov akan menanggung seluruh biaya pengobatan sampai sembuh, satu anak sudah diterbangkan ke Jayapura untuk mendapat pengobatan,” jelas dia.


Ilustrasi. Medcom

Selain penanganan medis, pihaknya juga berkomitmen menjamin pendidikan anak-anak korban konflik, termasuk mereka yang kehilangan orang tua. Dalam upaya jangka panjang, Pemprov Papua Tengah juga mendorong pendekatan dialog dan komunikasi sebagai solusi penyelesaian konflik bersenjata di Papua Tengah.

“Kita harus mengedepankan komunikasi dan pendekatan humanis agar pelan-pelan dapat menciptakan kedamaian,” ujar Meki.

Ia juga meminta konflik bersenjata antara TNI-Polri dan OPM untuk tidak mengorbankan masyarakat sipil, khususnya perempuan dan anak-anak. “Kami mengutuk tindakan yang tidak presisi, di mana anak-anak dan perempuan menjadi korban,” tegas dia.

Sebelumnya, insiden kekerasan di wilayah Kabupaten Puncak diwarnai saling klaim antara aparat keamanan dan OPM. Pihak TNI menyebut tiga warga sipil, terdiri atas satu perempuan dan dua anak-anak, mengalami luka akibat penembakan yang diduga dilakukan OPM di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak pada Rabu, 15 April 2026. Korban kemudian dievakuasi dengan bantuan aparat TNI, tenaga kesehatan, serta warga setempat untuk mendapatkan penanganan medis.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)