Ilustrasi. Foto: Dok MI
LPEI Kucurkan Pembiayaan Rp57,2 Triliun, Cetak Laba Rp252 Miliar di 2025
Eko Nordiansyah • 8 February 2026 13:30
Jakarta: Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank membukukan laba bersih sebesar Rp252 miliar, tumbuh delapan persen (year-on-year/YoY) sepanjang 2025. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan bisnis yang sehat, peningkatan efisiensi operasional, serta perbaikan kualitas dan pemulihan aset.
Adapun penyaluran pembiayaan tumbuh dua persen, mencapai Rp57,2 triliun. Pada periode yang sama, volume asuransi mencapai Rp8,8 triliun dan penjaminan yang diberikan mencapai Rp4,9 triliun. Realisasi pembiayaan Program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) pada 2025 mencapai Rp13,5 triliun, meningkat 85 persen dari Rp7,3 triliun di 2024.
Ketua Dewan Direktur merangkap Direktur Eksekutif LPEI, Sukatmo Padmosukarso, menyampaikan, peran strategis Indonesia Eximbank dalam mendukung ekspor nasional. Sukatmo menjelaskan, kinerja Indonesia Eximbank sepanjang 2025 menunjukkan upaya berkelanjutan dalam menjaga pertumbuhan yang sehat.
“Berdasarkan hasil penghitungan dampak secara agregat, setiap Rp1 pembiayaan yang disalurkan LPEI diestimasi memberikan kontribusi hingga 3,49 kali terhadap ekspor nasional, yang menggambarkan gambaran manfaat ekonomi secara keseluruhan,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 8 Februari 2026.
Dari sisi kualitas aset, Sukatmo mengungkapkan, Indonesia Eximbank mencatatkan peningkatan collection and recovery sebesar 68 persen menjadi Rp4,7 triliun. Perbaikan tersebut menunjukkan efektivitas strategi pemulihan aset bermasalah serta penerapan manajemen risiko yang prudent.
Ia menyebut, Indonesia Eximbank juga membentuk pencadangan secara konservatif dan antisipatif melalui coverage ratio sebesar 105 persen. Seiring penguatan pencadangan, rasio non- performing loan (NPL) net berhasil ditekan menjadi 2,4 persen, membaik dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar 4,5 persen.
Baca Juga :
Pembiayaan Otomotif Diyakini Bisa Genjot Pertumbuhan Ekonomi
.jpg)
(ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
Dukung ekspor pelaku UKM
Dari sisi nonfinansial, Indonesia Eximbank mendorong pengembangan daya saing ekspor nasional, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Sepanjang 2025, Indonesia Eximbank memfasilitasi 557 ekspor baru melalui 50 business matching, serta ekspor ke 90 negara tujuan melalui program Coaching Program for New Exporter (CPNE).Selain itu, program Desa Devisa Indonesia Eximbank berkembang menjadi 2.328 Desa Devisa dengan 566 Desa Devisa mengalami perluasan pasar ekspor ke negara baru. Secara keseluruhan, Program Desa Devisa Indonesia Eximbank telah memberikan manfaat kepada 201.580 petani/nelayan/pengrajin, dimana 94.717 tenaga kerjanya adalah perempuan.
Sepanjang 2025, Indonesia Eximbank juga melanjutkan proses transformasi menuju lembaga yang sehat dan kredibel melalui penguatan tata kelola yang baik dan manajemen risiko. Indonesia Eximbank meraih sertifikasi SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan serta memperoleh kategori Good Practice Phase dalam penilaian Risk Maturity Assessment (RMA) 2025.
Ke depan, Indonesia Eximbank mendukung Asta Cita melalui penguatan peran fill in the market gap serta terus meningkatkan implementasi value proposition Indonesia Eximbank untuk mendorong ekspor nasional. Indonesia Eximbank akan fokus untuk peningkatan nilai tambah serta perluasan pasar ekspor, khususnya pada sektor-sektor prioritas.
“Perbaikan kinerja secara berkelanjutan menjadi fokus utama Indonesia Eximbank dalam proses transformasi menuju lembaga yang profesional dan berintegritas. Kami berkomitmen menjalankan mandat dengan tata kelola yang kuat dan transparan, serta menjadi mitra strategis Pemerintah dalam mendorong ekspor nasional,” tutup Sukatmo.