Agen imigrasi ICE berpatroli di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat. (Anadolu Agency)
AS Pasang Kamera Tubuh ke Semua Agen Imigrasi ICE di Minneapolis
Willy Haryono • 3 February 2026 06:59
Washington: Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat Kristi Noem mengatakan bahwa departemennya akan memasang kamera tubuh (body camera) kepada setiap petugas di lapangan di Minneapolis, negara bagian Minnesota.
“Kebijakan ini berlaku segera. Kami memasang kamera tubuh kepada setiap petugas di lapangan di Minneapolis. Seiring tersedianya pendanaan, program kamera tubuh ini akan diperluas secara nasional,” kata Noem melalui akun X yang dikutip TRT World, Selasa, 3 Februari 2026.
Kebijakan penegakan imigrasi pemerintahan Presiden Donald Trump berada di bawah sorotan setelah dua warga negara AS tewas di Minnesota bulan lalu oleh agen Immigration and Customs Enforcement (ICE), yang merupakan bagian dari Department of Homeland Security (DHS).
Kematian tersebut memicu aksi protes di berbagai wilayah di seluruh Amerika Serikat.
Para pegiat hak asasi manusia secara luas mengecam kebijakan imigrasi Trump karena dinilai tidak menjamin proses hukum dan menciptakan lingkungan yang tidak bersahabat bagi komunitas imigran. Trump menggambarkan kebijakannya sebagai upaya untuk meningkatkan keamanan dalam negeri.
Trump juga menanggapi pengumuman Noem pada Senin, dengan mengatakan kepada wartawan bahwa kamera tubuh “umumnya cenderung baik bagi penegak hukum, karena orang tidak bisa berbohong tentang apa yang terjadi”.
“Jadi, secara umum, menurut saya 80% menguntungkan bagi penegak hukum. Tapi jika dia ingin melakukan itu, saya tidak keberatan,” kata Trump.
Keputusan DHS
Trump menambahkan bahwa keputusan tersebut dibuat oleh Noem, bukan oleh dirinya.Pengumuman Noem disampaikan setelah panggilan telepon yang ia lakukan dengan Komisaris US Customs and Border Protection, Rodney Scott, serta Tom Homan, yang ditugaskan untuk mengambil alih operasi di Minnesota, dan Todd Lyons, pelaksana tugas direktur ICE.
Noem mengatakan pemerintahan Trump akan “secara cepat memperoleh dan menerjunkan kamera tubuh kepada aparat penegak hukum DHS di seluruh negeri”.
Sementara itu, Liam Conejo Ramos, bocah berusia lima tahun yang sebelumnya ditahan oleh ICE dari Columbia Heights, telah kembali ke Minnesota bersama ayahnya setelah seorang hakim memerintahkan pembebasan mereka dari pusat detensi imigran di Texas.
Jaksa Agung Pam Bondi mengatakan pada Senin bahwa dua penangkapan tambahan telah dilakukan terkait gangguan di sebuah gereja yang dipimpin oleh para pengunjuk rasa di Minnesota.
Baca juga: Ribuan Warga Minneapolis dan Kota Lain di AS Berunjuk Rasa Mengecam ICE