Ilustrasi, ekspor beras di Pelabuhan Tanjung Priok. Foto: MI/Usman Iskandar.
Tarik Pembeli, Indonesia 'Tebar Pesona' Lewat Ekspor Beras Haji ke Arab Saudi
Husen Miftahudin • 5 March 2026 13:21
Jakarta: Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menegaskan ekspor beras haji Indonesia ke Arab Saudi menjadi implikasi positif bagi pencapaian swasembada beras nasional sekaligus menunjukkan peningkatan produksi dan kepercayaan pasar internasional.
"Ini aksi nyata, bukan ilusi. Kita ekspor dua ribuan ton (2.280 ton), jadi bukan (impor) 1.000 ton. Nah ini 2.280 ton diekspor," kata Amran dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 5 Maret 2026.
Amran menegaskan ekspor beras tersebut menguatkan capaian swasembada komoditas tersebut yang telah tercapai sejak akhir 2025. Badan Pangan Nasional sendiri telah memberikan penugasan kepada Perum Bulog untuk mendukung pemenuhan kebutuhan beras bagi jamaah dan petugas haji Indonesia pada tahun ini.
| Baca juga: Rencana Impor 1.000 Ton Beras, Mentan: Buat Turis dan Tak Ganggu Swasembada |
Pertegas swasembada beras
Ekspor beras perdana yang dikelola Bulog dipastikan mulai terlaksana dan menandai kuatnya stok beras Indonesia yang telah mencetak rekor swasembada.
Dalam surat yang diteken Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman dengan nomor 213/TS.03.03/K/02/2026 tanggal 27 Februari, Bulog ditugaskan untuk melaksanakan ekspor beras untuk pemenuhan logistik yang berasal dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 2.280 ton dengan kualitas beras premium.
Berkat stok CBP 3,7 juta ton yang sangat kuat, ekspor dapat dilaksanakan karena kebutuhan konsumsi dalam negeri dipastikan telah tercukupi. "Ini adalah ekspor perdana ke Saudi Arabia. Ini adalah momentum yang baik dan terbesar sepanjang sejarah di Maret," ujar Amran.
Tidak hanya itu, pemerintah akan melakukan ekspansi ekspor beras dengan turut menyasar ke negara sahabat lainnya sehingga hasil petani di dalam negeri itu tidak hanya diperuntukkan untuk konsumsi jamaah haji asal Indonesia di Arab Saudi.
"Kita sudah menjajaki beberapa negara Papua Nugini, Malaysia, dan Filipina. Mudah-mudahan ke depan bisa kita ekspor lebih besar lagi. Tetapi khusus untuk jemaah (haji dan umrah) kita, Saudi Arabia itu perkiraan antara 20 ribu sampai 50 ribu ton. Kemudian nanti ke negara lainnya lagi," tambah Amran.

(Ilustrasi. Foto: dok MI)
Beras yang dikirim merupakan stok CBP Bulog
Adapun logistik beras Bulog bagi jemaah dan petugas haji pada 2026 diperkirakan untuk dapat memenuhi total 205.420 orang. Dengan asumsi konsumsi 170 gram nasi per orang per hari, maka diperoleh angka 2.280 ton dalam bentuk beras.
Secara rinci, dalam data Kementerian Haji dan Umrah, jumlah kebutuhan beras tersebut dihitung berdasarkan frekuensi makan jemaah yang mencapai 78 kali di Mekkah, 27 kali di Madinah, dan 6 kali di wilayah Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Untuk standar kualitas beras yang ditetapkan adalah beras premium dengan pecahan 5 persen.
Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah, pada tahun-tahun sebelumnya, dapur penyedia layanan di Arab Saudi umumnya menggunakan beras dari negara lain dengan harga pasar sekitar 150 Riyal Saudi (SAR) per 40 kilogram (kg) atau setara Rp16.824 per kg.
Dengan program Beras Haji Nusantara yang digagas mulai tahun ini dapat memasok dengan harga lebih ekonomis daripada itu. Langkah inovatif pemerintah ini juga merupakan bentuk efisiensi dan standardisasi menu jamaah ke depannya.
Di sisi lain, beras yang akan dikirimkan ke Arab Saudi merupakan stok CBP kelolaan Perum Bulog yang sampai hari ini sepenuhnya merupakan hasil serapan dari produksi dalam negeri. Pemerintah memastikan beras yang dikirimkan juga merupakan hasil giling gabah yang masih segar karena bersumber dari penyerapan produksi dalam negeri di awal 2026 ini.