Kondisi plafon gipsum Gereja Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Rumengkor, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara runtuh akibat gempa, Kamis pagi, 2 April 2026. ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Kepala BNPB: Sulut dan Malut Berpotensi Tinggi Terjadi Gempa Bumi dan Tsunami
Siti Yona Hukmana • 2 April 2026 14:22
Jakarta: Kepapa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyebut Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut) memiliki potensi bencana gempa bumi dan tsunami yang cukup tinggi. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers daring bersama stakeholder terkait pascagempa bermagnitudo 7,6 menimpa dua wilayah tersebut.
"Ini kami punya data, dari sejak tahun 1608 sampe 2026 artinya 500 tahun ke belakang wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara ini sering kali terjadi gempa, bahkan skalanya rata-rata di atas 7, yang terakhir 7,6 l, tetapi 1998 pun pernah mengalami gempa bumi sampai skalanya 7,7 skala richter," kata Suharyanto dalam konferensi pers daring, Kamis, 2 April 2026.
Suharyanto menyebut BNPB dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di empat tahun terakhir sudah berusaha meningkatkan kemampuan peringatan dini terkait gempa bumi dan tsunami. Saat ini, kata dia, baik di Sulut dan Malut masing-masing BPBD sudah dilengkapi alat-alat peringatan dini yang teknologinya telah dipasang sepanjang laut atau pantai oleh BMKG.
.jpg)
Warga mengamati rumah rusak terdampak gempa magnitudo 7,6 di Kelurahan Gambersi, Ternate, Maluku Utara, Kamis, 2 April 2026. ANTARA FOTO/Andri Saputra/foc.
BNPB juga sudah membangun pusat pengendalian operasi dan sirine-sirine. Berkat sirine ini, gempa yang terjadi Kamis pagi tadi dapat langsung diketahui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
"Tadi pagi ini saya monitor ada laporan dari Kalaksa BPBD, baik Sulut dan Malut ini sirinenya berbunyi. Sehingga, paling tidak masyarakat bisa mendapatkan informasi awal tentang terjadinya bencana gempa bumi bahkan ada potensi tsunami," ungkap Suharyanto.
Gempa bumi magnitudo 7,6 mengguncang wilayah barat daya Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara. Goncangan dirasakan masyarakat di sejumlah daerah, seperti Ternate, Manado, dan Gorontalo dengan intensitas bervariasi. BMKG mencatat gelombang tsunami sempat terdeteksi di beberapa wilayah pesisir, antara lain Halmahera Barat setinggi 0,30 meter, Bitung 0,20 meter, serta Minahasa Utara 0,75 meter.
Namun, kini peringatan potensi tsunami telah dicabut. Akibat gempa, sejumlah gedung dan rumah rusak serta menimbulkan korban jiwa dan luka.