Ilustrasi: Pexels
Tata Cara dan Ketentuan Niat Puasa Syawal 6 Hari
Riza Aslam Khaeron • 21 March 2026 15:05
Jakarta: Puasa Syawal merupakan ibadah sunah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkad) bagi umat Islam setelah merayakan Idulfitri. Keutamaan utamanya adalah ganjaran pahala yang setara dengan berpuasa setahun penuh jika dilaksanakan selama enam hari berturut-turut atau terpisah setelah menjalankan puasa Ramadan.
Ibadah ini dilakukan sebanyak enam hari pada bulan Syawal. Meskipun pelaksanaan secara beruntun mulai tanggal 2 hingga 7 Syawal dinilai lebih utama, umat Islam diberikan fleksibilitas untuk menjalankannya secara terpisah selama masih dalam rentang bulan Syawal.
Kelonggaran ini sangat membantu bagi mereka yang memiliki kesibukan atau halangan tertentu pada awal bulan.
Niat Puasa Syawal
Niat adalah rukun utama dalam berpuasa. Berikut adalah niat puasa Syawal:Idealnya dibaca sejak masuk waktu magrib hingga sebelum fajar:
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatis Syawwali lillahi ta‘ala.
Artinya: "Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah Ta’ala."
Dilansir dari laman NU Online, jika seseorang lupa membaca niat pada malam hari, ia diperbolehkan untuk berniat pada pagi harinya sebelum matahari tergelincir (zawal), asalkan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan atau minum.
Adapun seseorang yang berniat pada pagi hari hingga sebelum zuhur dianjurkan membaca lafal niat berikut ini:
Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’i sunnatis Syawwali lillahi ta‘ala.
Artinya: "Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah."
| Baca Juga: Tetap Bisa Raih Pahala di Hari Raya, Ini 6 Amalan Perempuan Haid saat Idulfitri |
Tata Cara Pelaksanaan
Secara umum, rukun dan pembatal puasa Syawal sama dengan puasa wajib lainnya. Berikut adalah urutannya:- Niat: Dilakukan pada malam hari atau pagi hari (jika lupa) dengan kesadaran penuh beribadah karena Allah.
- Sahur: Sangat disunahkan untuk menyantap sahur meski hanya dengan seteguk air demi mengejar keberkahan di dalamnya.
- Menahan Diri: Menjaga diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa mulai dari fajar hingga matahari terbenam.
- Berbuka Puasa: Segerakan berbuka saat magrib tiba. Dianjurkan mengawali dengan kurma atau air putih, kemudian membaca doa berbuka puasa.