Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (tengah). Foto: Dok. Kemenhut.
Potensi Awan Hujan Riau Diminta Dimaksimalkan untuk Modifikasi Cuaca
Fachri Audhia Hafiez • 28 August 2026 21:36
Pelalawan: Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menginstruksikan jajaran terkait untuk mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) memanfaatkan potensi awan hujan yang diprediksi muncul di wilayah Riau pada akhir Agustus hingga awal September 2026. Keberadaan awan hujan dinilai menjadi momentum krusial dalam mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Kita bersyukur potensi awan hujan di Riau ini masih ada, di Kalteng di Kalbar sulit sekali, tapi kita ada potensi di tanggal 30, 31 (Agustus) dan tanggal 1 (September) dan itu bisa akan meliputi seluruh Riau,” kata Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni saat rapat koordinasi penanganan Karhutla di Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Kamis, 28 Agustus 2026.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Plt Gubernur Riau S.F. Hariyanto, Pangdam XIX/TT Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, serta Tenaga Ahli BNPB Brigjen TNI Mohammad Syech Ismed. Menhut mengungkapkan telah berkoordinasi langsung dengan Kepala BNPB dan BMKG agar setiap peluang pertumbuhan awan hujan dapat dieksekusi menjadi hujan buatan.
“Saya sudah sepakati dengan Kepala BNPB dan BMKG, sekecil apa pun potensi awan hujan yang bisa kita maksimumkan, kita maksimumkan,” kata Raja Juli.
Menurut Raja Juli, curah hujan alami maupun buatan merupakan instrumen paling efektif dalam memadamkan titik api karhutla dibandingkan metode penanganan lainnya.
“Karena kita tahu yang paling efektif untuk memadamkan karhutla ini hujan, sementara water bombing maupun pasukan darat itu adalah pilihan kedua dan ketiga,” jelas Raja Juli.
(1).jpeg)
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni saat melakukan peninjauan penanganan karhutla di Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Foto: Kemenhut RI.
Guna mendukung kelancaran penyemaian garam di udara, Raja Juli meminta pengelola bandara di Riau untuk fleksibel terkait jam operasional penerbangan. Termasuk menyiagakan fasilitas hingga malam hari jika kondisi cuaca memungkinkan.
“Artinya jangan sampai di beberapa tempat kemudian pesawat nggak bisa terbang, mohon dipastikan di Riau untuk kebutuhan OMC agar airport kita tetap dibuka meskipun misalnya nanti sampai jam 21.00 bisa OMC,” kata Raja Juli.
Raja Juli menegaskan agar seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal demi menuntaskan persoalan Karhutla di Riau begitu potensi awan hujan melingkupi kawasan tersebut. “Terutama tanggal 1 September kita hajar habis-habisan,” kata Raja Juli.