Ambulans bernomor polisi DD 8065 B milik RSUD Madising. (tangkapan layar)
Ambulans Tabrak Bocah di Karnaval HUT RI, Sopir: Bawa Pasien Gawat Janin
Lina Herlina • 13 August 2026 16:44
Pinrang: Viral di media sosial video ambulans menabrak bocah saat melintas di tengah karnaval perayaan HUT ke-81 RI di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Insiden terjadi di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Sawitto, pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Ambulans bernomor polisi DD 8065 B milik RSUD Madising itu sedang dalam kondisi darurat membawa pasien ibu hamil dengan kondisi gawat janin menuju RSUD Lasinrang. Saat melintas di lokasi yang padat karena ada perayaan kemerdekaan, seorang bocah berinisial GBR (10) tiba-tiba menyeberang dan tertabrak hingga terpental.
Pengemudi ambulans, Taufik Amir alias Ollas, 29, mengaku berada dalam tekanan berat saat kejadian. "Saya sedang membawa pasien gawat janin dan memang perlu secepatnya untuk ditangani," kata Ollas, Kamis, 13 Agustus 2026.
"Tadi pas dibuka jalan sama polisi, ternyata langsung ada ini anak menyeberang," ujar dia.
Setelah kejadian, sejumlah orang yang berjaga di lokasi langsung menghentikan ambulans. Dalam rekaman video, terlihat seorang anggota Satpol PP sempat memukul sopir saat ambulans hendak melanjutkan perjalanan.
Namun, Ollas memilih untuk tetap melaju karena pasien yang dibawanya membutuhkan penanganan segera.
"Saya sempat mau keluar dari mobil, cuma ada yang tahan pintu mobil. Dia suruh jalan. Banyak bertanya, saya bilang ini pasien gawat janin dan memang perlu secepatnya ditangani," jelasnya.
Kasus Diselesaikan Kekeluargaan

Ambulans bernomor polisi DD 8065 B milik RSUD Madising. (tangkapan layar)
Kasat Lantas Polres Pinrang, AKP Agusnawan, membenarkan kejadian tersebut dan mengungkapkan bahwa korban, GBR, telah mendapatkan perawatan medis.
"Alhamdulillah, hari itu juga langsung bisa pulang ke rumahnya. Korban tidak mengalami luka serius," kata Agusnawan.
Meski kondisi korban baik, polisi tetap melakukan langkah hukum sesuai prosedur. "Kita lakukan langkah-langkah hukum sesuai dengan ketentuan yang ada. Sopirnya kemarin sudah diperiksa dan dimintai keterangan," ujarnya.
Pendekatan humanis kemudian diambil oleh pihak kepolisian dengan mempertemukan pengemudi ambulans dan keluarga korban. Kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan, termasuk biaya perawatan GBR yang ditanggung sesuai kesepakatan.